kemenag

UIN Malang Tuan Rumah The 3rd International Conference on University-Community Engagement 2018

Jakarta (Kemenag) — UIN Maulana Malik Ibrahim Malang akan menjadi tuan rumah gelaran International Conference on University-Community Engagement (ICON-UCE) 2018. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Arskal Salim GP mengatakan, ICON-UCE menjadi ajang berbagi pengalaman dan diskusi para pihak tentang keterlibatan perguruan tinggi dalam membangun berbagai komunitas-masyarakat. 

Di forum ini, lanjut Arskal, civitas akademika perguruan tinggi, khususnya perguruan tinggi keagamaan Islam, akan memaparkan kiprah dan aktivitas mereka dalam berbagai kegiatan advokasi dan pemberdayaan masyarakat. “Pertemuan ini memberi kesempatan kepada berbagai pihak untuk saling belajar, membangun jaringan dan kemitraan, bahkan saling mengabarkan tentang tantangan dan peluang serta best-practices masing-masing,” terang Arskal di Jakarta, Kamis (04/10). 

Kepala Subdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Suwendi, menyebutkan bahwa acara yang akan dibuka oleh Menteri Agama ini akan dihadiri oleh sejumlah narasumber di antaranya Minako Sakai (Australia), K.H. Husein Muhammad (Cirebon), Nurhady Sirimorok (Makassar), Emil Elistianto Dardak (Tulungagung), dan Abdullah Azwar Anas (Banyuwangi). Menurut Suwendi, ICON-UCE 2018 adalah gelaran kali ketiga. Sebelumnya ICON-ICE di UIN Alauddin Makassar (2014) dan UIN Sunan Ampel Surabaya (2016). Tahun ini, ICON-UCE 2018 mengambil tema “From Research to Advocacy: Building Synergy between University and Community for Social Justice” atau “Dari Riset ke Advokasi: Membangun Sinergi antara Universitas dan Masyarakat untuk Keadilan Sosial”. 

“Tema ini dipilih karena salah satu misi perguruan tinggi adalah terwujudnya pengabdian kepada masyarakat berbasis penalaran dan karya penelitian yang bermanfaat dalam memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya. 

“Muara dari riset komunitas akademik bukan hanya menjadi kebanggaan intelektual, tetapi juga bagian penting dari basis advokasi dan pemberdayaan masyarakat melalui penegakkan sistem sosial-politik-ekonomi yang berkeadilan,” sambungnya.

Kasubdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Pendidikan Tinggai Keagamaan Islam, Suwendi menambahkan, target dari The 3rd ICON-UCE 2018 ini adalah terjalinnya sinergi penguatan pemberdayaan masyarakat oleh civitas akademika kampus. Target lainnya, ekspos best-practise pengabdian masyarakat berbasis riset, publikasi artikel pengabdian masyarakat, dan peluncuran aplikasi MORA-BASE (Ministry of Religious Affairs Bank of Article System) dan MORA-REF (Ministry of Religious Affairs Refferences).

“ICON-UCE 2018 akan menghadirkan lebih 500 aktivitis pemberdayaan masyarakat baik dalam maupun luar negeri, baik dari kalangan akademisi, NGO, pemerintah pusat dan pemerintah daerah, serta para pelaku pemberdayaan masyarakat dari berbagai provinsi di tanah air,” tandasnya.

ICON-UCE akan berlangsung tiga hari, 8 – 10 Oktober 2018. Event internasiona ini akan dibuka Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Selain membuka ICON-UCE 2018, Menag juga akan menjadi host pada acara Mengasah Jati Diri (Mengaji) Indonesia kali keempat yang juga berlangsung di UIN Malang. Mengaji ini kali mengangkat tema ”Kita Indonesia, Kita Bersinergi”.

Source link

About the author

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment



smallseotools.com

%d bloggers like this: