kemenag

Transformasi MIN 6 Sukoharjo, dari 'Gedek' ke Gedung SBSN Bertingkat

Sukoharjo ( Kemenag )  — Kepercayaan masyarakat terhadap Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 6 Sukoharjo demikian besar. Hal itu ditandai dengan banyaknya jumlah siswa yang belajar di madrasah ini. 

Pada tahun 2018 misalnya, tercatat jumlah siswa MIN 6 Sukoharjo mencapai 915 yang terbagi dalam 29 rombongan belajar. Padahal ruang kelas yang tersedia hanya 17 lokal.

Kepala MIN 6 Sukoharjo Warsito mengatakan, kondisi tersebut memaksa pihaknya mengambil langkah untuk menutup kebutuhan lokal sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan lancar. Caranya, MIN 6 Sukoharjo membuat rumah gedek 6 lokal, menyewa rumah masyarakat 4 lokal, dan memanfaatkan serambi masjid yang berdekatan dengan madrasah.

“Alhamdulillah, tahun 2018, Kementerian Agama memberi bantuan kepada MIN 6 Sukoharjo berupa gedung dua lantai dengan 12 ruang kelas baru yang dibangun dengan skema pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN),” ujar Warsito di Sukoharjo, Kamis (07/01). 

“Januari 2019, gedung tersebut mulai digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Lokal yang dibutuhkan sudah dapat memenuhi kebutuhan,” sambungnya. 

Gedung bertingkat bantuan SBSN ini, kata Warsito, sangat membantu guru-guru madrasah dalam membina, mendidik sehingga membentuk karakter siswa. Selain kuantitas, prestasi yang diraih siswa juga semakin meningkat. Ratusan prestasi telah diraih siswa MIN 6 Sukoharjo.

“Peningkatan jumlah siswa membuktikan bahwa animo masyarakat sangat besar untuk mempercayakan putra-putrinya agar dididik di MIN 6 Sukoharjo. Kepercayaan masyarakat ini tidak terlepas dari peningkatan mutu pendidikan dan kelengkapan sarana pembelajaran,” jelas Warsito.

Menurutnya, MIN 6 Sukoharjo selama ini mengembangkan tiga Program Jejeg. Yaitu, Jejeg Shalat, Jejeg Ngaji, Jejeg Akhlakul Karimah. Hal ini dimaksudkan untuk mendidik para siswa agar menjadi pribadi yang cerdas berprestasi, religius, disiplin, peduli, mandiri, dan berkualitas. Harapannya, dari MIN 6 Sukoharjo akan terlahir generasi qurrota`ayun (penyejuk hati orang tua). 

Jejeg Shalat diaplikasikan dalam kegiatan bimbingan shalat, baik shalat dhuha, shalat dhuhur berjamaah serta ‘lembar mutaba`ah’ untuk memantau kegiatan shalat dan mengaji siswa di rumah. 

Jejeg Ngaji diaplikasikan dalam program tahfidz yang merupakan program unggulan madrasah. Kegiatannya: muraja’ah membaca Al-Qur’an bersama setiap pagi, siang sebelum pulang dan setiap selesai shalat zuhur berjama’ah, membentuk halaqah hafalan surah, setoran hafalan, ujian dan wisuda tahfidz.

Jejeg Akhlakul Karimah dilaksanakan dalam bentuk pembiasaan penguatan pendidikan karakter, keteladanan guru dan karyawan, pembiasaan jabat tangan, salam sapaan serta pemberian edukasi sikap sopan santun dalam berbicara dan berperilaku.

“Untuk memperkuat tiga program tersebut, MIN 6 Sukoharjo selalu melaksanakan pembinaan secara berkelanjutan di bidang akademik, tahfidz, olahraga, dan seni melalui kegiatan ekstrakurikuler, pendalaman materi, pengembangan bakat dan minat,” tutur Warsito.

Berkat usaha yang gigih, kata Warsito, prestasi MIN 6 Sukoharjo semakin banyak. Tahun 2019, MIN 6 Sukoharjo meraih juara I Lomba Tahfidz, Juara 3 MTQ Putra, Finalis Lomba KSM Mapel Matematika tingkat Provinsi Jawa Tengah, Juara 3 Lomba KSM “Mapel Matematika”, Juara I Lomba Pidato Bahasa Indonesia pada Lomba HAB Kemenag Ke-74. Tahun 2020, MIN 6 Sukoharjo meraih Juara I Taekwondo under 33 kg, Juara I Badminton, Juara 2 Sepak bola mini beregu pada POPDA 2020 dan prestasi – prestasi lainnya.  

“Jumlah prestasi yang diraih dari tahun ke tahun semakin meningkat, baik di tingkat kecamatan sampai provinsi, dalam lomba non akademik (tahfidz, MTQ, pidato, seni, olahraga) maupun akademik (sains dan matematika), sehingga tidak heran bila kita melihat deretan piala yang terpajang di madrasah,” tutur Warsito.

Untuk pembelajaran, lanjut Warsito, MIN 6 Sukoharjo menyelenggarakan kegiatan pembelajaran dan bimbingan secara efektif melalui pendekatan berpusat pada siswa dan berbasis multi media. Para pelaku pendidikan juga selalu konsisten untuk terus mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan sesuai visi madrasah. Yaitu, mewujudkan peserta didik yang cerdas berprestasi, religius, disiplin, peduli, mandiri dan berkualitas.

“Semoga keberadaan gedung bantuan SBSN semakin meningkatkan MIN 6 Sukoharjo di segala bidang sehingga dapat memenuhi kemauan masyarakat dan dapat mewujudkan Madrasah Hebat Bermartabat,” harapnya.

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: