kemenag Kristen

Thomas Pentury: Revisi Alkitab Terjemah Baru Libatkan Ahli Theolog dan Bahasa Ibrani

Jakarta (ikhlasberamalnews.com) — Lembaga Alkitab Indonesia menggelar Konsultasi Nasional Revisi Alkitab Terjemahan Baru (Konas TB 2) di Bogor. Kegiatan ini dibuka Menag Lukman Hakim Saifuddin.

Dirjen Bimas Kristen Thomas Pentury menyampaikan kalau proses revisi terjemah itu melibatkan Ahli Theolog dan Bahasa Ibrani. Menurutnya, mekanisme terjemahan Alkitab ini melalui konsultasi para ahli theolog dan ahli bahasa Ibrani Yunani latin dan tentu ahli bahasa Indonesia.

Hal ini dimulai pada tingkat wilayah atau regional dan kemudian ke tingkat nasional yang di kelola oleh Lembaga Alkitab Indonesia LAI dan Lembaga Biblika Indonesia LBI. “Forum Konsultasi Nasional adalah forum tertinggi yang akan memutuskan untuk menetapkan Alkitab dalam bahasa Indonesia yang digunakan dalam pengajaran kristen di Indonesia,” tegas Thomas Pentury di Jakarta, Kamis (08/02).

Menurutnya, revisi terjemahan Alkitab dari Bahasa Ibrani perlu dilakukan mengingat Bahasa Indonesia mengalami dinamika luar biasa, ada kata yang hilang atau mengalami degradasi, bahkan perubahan makna.

“Revisi pada terjemahan Alkitab dari bahasa asli Ibrani memang perlu dilakukan mengingat bahasa, khususnya bahasa Indonesia mengalami dinamika luar biasa. Makanya kemudian perlu revisi terhadap terjemahannya dari bahasa asli yang disesuaikan dengan perkembangan kebahasaan,” katanya.

Thomas Pentury berharap, dengan forum konsultasi nasional ini, revisi nantinya akan lebih memperkaya pemahaman umat terhadap teks Alkitab. Termasuk didalamnya, pemahaman terkait konteks pada masa Alkitab dituliskan serta proses pemaknaan subtansi teks pada konteks kekinian.

“Harapan lainnya, dengan kegiatan ini akan lebih mengarahkan kita semua, khususnya umat Kristen di Indonesia untuk berada pada rel moderasi agama,” tambah Thomas Pentury.

Sebelumnya dalam pembukaan Konsultasi Nasional Revisi Alkitab Terjemahan Baru, Pendeta Ishak P. Lambe selaku Ketua Umum Lembaga Alkitab Indonesia menyampaikan, konsultasi nasional bertujuan untuk melakuan revisi terjemahan Alkitab dengan tidak merubah isi Al kitab.

Motivasinya, bahasa manusia itu sendiri terus berkembang, istilah baru tiba-tiba muncul. Alkitab itu ditulis dan diterjemahkan dalam bahasa Ibrani, Yunani dan bahasa Arab, menterjemahkan kata dari bahasa lain tidak mudah.

“Jadi itulah motivasinya, bukan untuk mengubah atau merevisi isi Alkitab,” ujar Ishak.

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: