kemenag

Sekjen: KSM dan MYRES Cara Kemenag Siapkan Siswa Madrasah Kuasai Teknologi

Jakarta (ikhlasberamalnews) — Kementerian Agama terus mendorong siswa madrasah untuk dapat bersaing dalam berbagai bidang, termasuk  penguasaan sains dan teknologi. Salah satunya dengan menggelar berbagai even kompetisi seperti Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan Madrasah Young Researcher Supercamp (MYRES). 

Pernyataan ini disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nizar dalam acara Newsline Plus bersama Metro TV. “Kita memiliki target output untuk meningkatkan daya saing (siswa madrasah). Dengan adanya kompetisi-kompetisi ini, mereka akan melakukan usaha yang extraordinary,”tutur Nizar dalam program yang disiarkan secara langsung oleh Metro TV, Jumat (18/12). 

Usaha extraordinary yang dilakukan ini menurut Nizar mendorong semangat penguasaan sains dan teknologi di kalangan siswa madrasah. Ia mencatat pada tahun 2020, siswa madrasah yang mengikuti KSM mengalami lonjakan yang sangat signifikan. 

“Even ini diikuti oleh 68.147 siswa. Terdiri dari 11.756 siswa MI (Madrasah Ibtidaiyah), 21.391 siswa MTs (Madrasah Tsanawiyah), dan 21.105 siswa MA (Madrasah Aliyah),” tutur Nizar.  

“Ini kalau dielaborasi lebih jauh, artinya ada 68.147 siswa madrasah yang telah menguasai bidang sains,” ujar Nizar yang menjelaskan hal ini sejalan dengan semboyan ‘Madrasah Hebat Bermartabat’ yang diusung Kemenag. 

Ia menambahkan untuk kali pertama pula KSM digelar secara online yang tentu saja menuntut penguasaan teknologi dari para peserta. “Ada pergeseran memang, KSM ini kan dimulai di tahun 2012, saat itu semua masih dilakukan dengan cara konvensionall. Mulai berubah dengan pemanfaatan teknologi mulai 2017 sampai 2019, dan 2020 sudah full online karena dilaksanakan di tengah pandemi juga,”imbuhnya. 

Langkah Kemenag ini mendapat apresiasi dari Teknokrat dan Pendiri Madrasah International Technonatura Ilham Habibie yang juga hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut. “Saya kira sudah sangat tepat arahannya, karena kita memang harus meningkatkan secara umum literasi tentang teknologi,” tutur putra Presiden BJ Habibie ini. 

“Ini untuk mempersiapkan negara kita untuk lebih berpartisipasi dan beradaptasi pada masa yang akan datang. Kita ini sedang berada pada zaman yang sangat distruptif disebabkan dan juga didorong teknologi,” imbuhnya. 

Sementara Rektor Universitas Gajah Mada Panut Mulyono menilai upaya Kemenag untuk mendorong daya saing madrasah, salah satunya dengan mengusung semboyan Madrasah Hebat Bermartabat adalah cara yang tepat. 

“Slogan ini sangat penting karena bisa menjadi penyemangat siswa madrasah untuk bisa mencapainya,” tutur Panut. 

Menurut guru besar ilmu energi di bidang optimasi sistem teknik kimia pada Fakultas Teknik UGM ini, penguasaan teknologi dapat menjadi nilai tambah bagi siswa madrasah di masa yang akan datang. Kompetisi yang dilakukan diharapkan dapat menghasilkan ilmuwan di bidang sains dan teknologi di masa mendatang.

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: