kemenag

Sekjen Harap PTKIN Jadi Role Model Implementasi Kerukunan dan Toleransi

Ciputat (ikhlasberamalnews) — Kerukunan umat beragama dijadikan sebagai salah satu modal bangsa untuk maju. Ada kesadaran bahwa tanpa kerukunan, akan sukar menggapai cita-cita bangsa agar sejajar dengan bangsa lain di dunia.

Sehubungan itu, Sekjen Kemenag Nizar berharap Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) bisa menjadi role model implementasi kerukunan dan toleransi. Menurutnya, toleransi dan kerukunan antar umat beragama merupakan hukum alam dan menjadi sunnatullah yang tak terelakkan yang merupakan karya bersama dari masa ke masa. Tanpa toleransi, mustahil akan tercipta kerukunan. Toleransi dan kerukunan antar umat beragama dilakukan dengan tanpa mengusik akidah dan keimanan masing-masing pemeluk agama. 

“Dalam konteks ini, UIN Jakarta, dapat menjadi role model implementasinya, apalagi UIN Jakarta telah memiliki rumah moderasi yang sudah terbentuk lama,” ujar Nizar saat memberikan sambutan pada Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar dan Orasi Ilmiah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Ciputat, Rabu (06/01).

Ada dua guru besar yang dikukuhkan, yaitu: Prof. Ali Munhanif, M.A, Ph.D sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Politik pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dan Prof. Amelia Fauzia, M.A. Ph.D sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Sejarah Islam Indonesia pada Fakulas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

“Apalagi UIN Jakarta dikenal memiliki banyak professor dan pakar dalam bidang kajian keislaman yang mumpuni serta telah memiliki rekam jejak panjang berjejaring dengan berbagai kementerian dan lembaga negara dalam rangka mengembangkan moderatisme keberagamaan di berbagai level masyarakat,” sambungnya.

Menurut Nizar, di negara yang berdasarkan Pancasila ini, tidak ada diktator mayoritas atau tirani minoritas. Dalam kaitan itu, semua umat beragama dituntut untuk saling menghormati hak dan  kewajiban masing-masing, di mana hak seseorang dibatasi oleh hak-hak orang lain.

Nizar menambahkan PTKIN, khususnya UIN Jakarta, juga bisa mengambil peran terdepan dalam penguatan moderasi beragama yang menjadi bagian semangat baru Kemenag periode kepemimpinan Yaqut Cholil Qoumas. Salah satu penekanan moderasi beragama adalah pada penguatan literasi keagamaan, budaya toleransi, dan nilai-nilai kebangsaan. 

“Kita menunggu karya-karya besar dari UIN Jakarta dalam rangka penguatan moderasi beragama yang memiliki dampak konkret di masyarakat,” tuturnya.

“Termasuk juga dalam merawat persaudaraan, saya yakin UIN Jakarta telah memiliki pengalaman menjadi role model praktik praktik persaudaraan baik intra dan antar umat beragama,” tandasnya.

Selamat atas pengukuhan Prof. Ali Munhanif, M.A, Ph.D dan Prof. Amelia Fauzia, M.A. Ph.D sebagai Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: