kemenag

Sekjen Ajak PTK Kristen Dengungkan Moderasi Beragama

Jakarta (ikhlasberamalnews) — Sekjen Kemenag M Nur Kholis Setiawan mengajak segenap civitas akademika perguruan tinggi keagamaan (PTK) Kristen untuk ikut mendengungkan moderasi beragama.

Ajakan itu disampaikan Sekjen saat menghadiri konferensi Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia (BMPTKKI) sekaligus memberikan materi dengan tema Peran Kemenag dalam Akselerasi Mutu Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi Keagamaan Kristen di Indonesia. 
 
Dijelaskan M Nur Kholis Setiawan bahwa kampanye moderasi beragama sudah didengungkan beberapa tahun terakhir oleh Kementerian Agama (ikhlasberamalnews). Menurutnya, ada lima karakter orang yang dinilai memiliki pandangan moderat. Yaitu: penuh dengan keterbukaan, memiliki semangat kebebasan berfikir, mengenal batas (tahu diri), kerendahhatian (tawadhu), serta bermanfaat bagi dimensi kemanusiaan.

Keterbukaan, kata M Nur Kholis Setiawan, dalam teori Hermeneutika terkait dengan pembacaan teks universal atau kitab suci. Dalam kajian keislaman, ada yang tetap dan berubah. Teks kitab suci tetap dan pemaknaan terhadap teks itu bisa berubah.

Karakter kedua,  memiliki semangat kebebasan berfikir. Agama dalam ajaran yang paling inheren, sangat memanusiakan manusia. “Agama tidak pernah mengebiri akal manusia. Sebaliknya, agama menempatkan kreativitas manusia yang mengikuti zamannya,” kata M Nur Kholis Setiawan, Kamis (29/08).

M Nur Kholis Setiawan (foto: Bella)

Karakter ketiga adalah mengenal batas (tahu diri). Di dalam beragama, ada hal-hal yang menyentuh dimensi spritualitas, tidak semua yang berkaitan dengan agama bisa dilogikakan. Dan setiap manusia memiliki keterbatasan.

Karakter selanjutnya,  kata M Nur Kholis Setiawan, adalah kerendahhatian (tawadhu). Para agamawan memberikan teladan terkait kerendahhatian. Para tokoh, panutan, di balik kebesarannya itu ada figur yang rendah hati.

Dan terakhir adalah harus memiliki dimensi kemanusiaan. Ilmu tidak hanya untuk ilmu, tapi untuk kemanusiaan.

“Kita sudah memiliki platform, terkait moderasi beragama. Bahkan, moderasi beragama sudah masuk dalam RPJMN 2020-2024. Ini adalah kerja kita semua. Kemenag yang memiliki tusi sangat besar, mengurusi manusia sejak lahir sampai meninggal. Mari terus dengungkan moderasi beragama khususnya pada lembaga pendidikan tinggi keagamaan Kristen,” kata M Nur Kholis Setiawan.

Dalam pandangan M Nur Kholis Setiawan, institusi keagamaan memainkan peran yang strategis dalam menebarkan moderasi beragama. 

Peserta Konferensi BMPPTKI tahun 2019 (foto: Bella)

Bagi M Nur Kholis Setiawan, forum konferensi ini sangat penting untuk melakukan kritik internal, dalam melakukan transformasi, serta merespon tantangan zaman dalam membawa spirit moderasi beragama.

Ditanya terkait transformasi kelembagaan Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen, M Nur Kholis mendukung. “Saya dukung, transformasi kelembagaan Pendidikan Tinggi di Kristen, sesuai dengan SDM, kesiapan lembaga pendidikan yang ada. Kita akan bantu dan dorong,” kata M Nur Kholis diikuti tepuk tangan peserta BKMPTKKI.

Sekjen Kemenag RI M Nur Kholis Setiawan (kiri) dan Dirjen Bimas Kristen Thomas Pentury (kanan) (foto: Bella)

Dirjen Bimas Kristen Thomas Pentury menyampaikan bahwa konferensi BMPTKKI ini kali pertama dilaksanakan. Seiring dengan tema BMPTKKI, Thomas Pentury juga menyampaikan kiranya tema “Moving to the next level” dapat memberikan semangat dan harapan baru bagi perguruan tinggi Keagamaan Kristen agar terus dapat bergerak mempercepat langkah menuju level lebih tinggi.

“Saya berharap BMPTKKI dapat menjadi bagian penting dari sistem pendidikan keagamaan kristen khususnya sebagai penyokong bangunan masyarakat kristen yang religius dengan spritualitas tinggi dan berkualitas di Indonesia,” tegas Thomas Pentury.

Thomas Pentury berharap kegiatan yang bersifat akademik dari BMPTKKI menjadi kegiatan reguler untuk mempersiapkan lembaga-lembaga pendidikan tinggi menjadi lembaga yang kuat dalam kualitas.

“BMPTKKI dan Ditjen Bimas Kristen akan terus menjadi partner dalam membanguan pendidikan tinggi menuju kehidupan keagamaan yang lebih baik di Indonesia,” kata Thomas Pentury.

Ketua Sekolah Tinggi Teologi Ekumene sekaligus sebagai ketua Badan Musyawarah Pendidikan Tinggi Keagamaan Kristen di Indonesia (BMPTKKI) Pdt Dr Erastus Sabdono menyampaikan konferensi ini dihadiri para pimpinan Sekolah Tinggi Teologi (STT), IAKN dan STAKN se Indonesia.

Konferensi yang mengusung tema “Moving To the Next Level : Akselerasi Peningaktan Mutu Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen di Indonesia”, ini berlangsung dari 28-30 Agustus di Function Hall Mall Artha Gading lt 5, Jakarta Utara.

Konferensi ini merupakan kerjasama antara BMPTKKI dengan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kemenag. Ada beberapa pembicara yang dijadwalkan hadir, yakni: Menag Lukman Hakim Saifuddin, Sekjen Kemenag M Nur Kholis Setiawan, Anggota Majelis Akreditasi/Direktur Eksekutif BAN PT Prof Dr T Basaruddin, Arnold Tiendas, Herianto, Lince Sihombing, Gildas Geograt Lumy, Wiem Wairata, Pontus Sitorus dan Nasokhili Giawa.
 

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: