kemenag

SBSN, IAIN Lhokseumawe dan Kampus Peradaban 

Lhokseumawe (ikhlasberamalnews) — Sejumlah gedung di kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe, Provinsi Banda Aceh tampak menjulang megah dengan ornamen klasik timur tengah. Gedung-gedung itu berdiri di atas lahan seluas 34 hektare dan dibangun melalui skema pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sejak empat tahun terakhir.

Gedung-gedung megah itu di antaranya untuk Fakultas Tarbiyah dan Ilmu keguruan, Laboratorium Center, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Fakultas Usuluddin Adab dan Dakwah, Rusunawa, Ma’dah Aly, serta Gedung Biro dan Serba Guna.

Selain dari skema SBSN, ada sejumlah gedung yang dibangun dari bantuan Kemen PUPR dan Pemerintah Provinsi Aceh.

Rektor IAIN Lhokseumawe Hafifuddin mengatakan, lahan seluas 34 haktare tersebut merupakan hibah dari Pemerintah Daerah Aceh Utara dan Kota Lhoksemamwe. Masyarakat Aceh memang mendambakan berdrinya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam di Tanah Samudera Pasai. 

“Alhamdulillah saat ini mahasiswa IAIN Lhokseumawe berjumlah kurang lebih 6.400 mahasiswa, tersebar di empat fakultas dan Pascasarjana. Total ada 22 Jurusan,” kata Hafifuddin, Minggu (10/01).

“Kita berharap dan berdoa, sembari berusaha dengan sekuat tenaga agar IAIN Lhokseumawe ini menjadi solusi dan pencerah bagi kehidupan masa depan bangsa dan agama,” sambungnya. 

Ia menambahkan peringkat akreditasi B pada setiap jurusan telah tercapai sehingga menjadi modal untuk peningkatan akreditasi menjadi A atau unggul. Rektor pun mengajak kepada segenap civitas akademika IAIN Lhokseumawe bekerja tanpa lelah untuk mewujudkan cita-cita mulia tersebut. 

“Cita-cita mulia kita bersama untuk berupaya alih status dari IAIN menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Lhoksuemawe dan ini menjadi rencana startegis IAIN 2021,” harapnya.

Menurut Hafifuddin, saat ini IAIN Lhokseumawe memiliki  tenaga pengajar Bahasa Arab dan Inggris lulusan dari berbagai pergurun tinggi, dalam negeri dan luar negeri. Di antaranya, dari Timur Tengah, Australia, Turky, Tunisia, Sudan, Syiria, Hindia, dan Malaysia. Sedangkan untuk menjalin silaturrahmi intelektual dan memperdalam kapasitas keilmuan, IAIN Lhokseumawe juga membentuk forum kajian ilmiah dan memperkuat penelitian baik dari sejarah dan tamaddun, maupun ilmu pengetahuan modern. Disisi lain, lanjutnya perlu dikembangkan metodologi pendidikan dan dakwah maupun ekonomi syariah dan siyasah untuk merangkum metodologi study Islam yang komprehensif. 

“Saat ini, ada sekitar 25 Dosen yang sedang mengikuti program beasiswa 5000 Doktor Kementerian Agama. Saat ini IAIN Lhokseumawe tercatat memiliki 163 dosen tetap yang terdiri dari 65 orang doktor dan  98 magister. “Semoga dalam waktu dekat akan kembali 10 dosen yang akan menyelesaikan program doktoral dalam dan luar negeri. Kehadiran tenaga dosen ini, diharapkan akan dapat menggapai visi dan misi IAIN hingga tahun 2032,” ujarnya.

Menuju Kampus Peradaban 

Menurut Hafifuddin dalam usianya yang masih dalam masa pengembangan selama 4 tahun terakhir, IAIN lhokseumawe terus berlari mengejar cita-cita para syuhada kusuma bangsa dan agama. IAIN melangkah sedikit demi sedikit untuk mencapai puncak kampus peradaban. 

IAIN Lhokseumawe ke depan bercita-cita menjadi sebuah Perguruan Tinggi Islam yang unggul dan berwawasan global dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang mampu memberi jawaban dan solusi bagi problematika kehidupan umat di Aceh, nusantara, dan dunia. 

IAIN Lhokseumawe berusaha untuk memiliki keunggulan, kemampuan membaca kebutuhan zaman, keilmuan yang mumpuni, managemen terstruktur serta memiliki kompetensi lulusan yang dibutuhkan oleh stakeholder kini dan masa mendatang. 

“Alhamdulillah, sejak alih status STAIN tahun 2016 menjadi IAIN Lhokseumawe, maka sejak itu pula kita terus berlari mengembangan diri diberbagai bidang tridharma perguruan tinggi,” katanya. 

IAIN Lhokseumawe harapnya akan selalu melahirkan para cendikiawan harapan agama, negara, nusa dan bangsa. Rumusan visi IAIN Lhokseumawe menjadi Perguruan Tinggi Islam yang unggul dan berwawasan global dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. 

Menjadi momentum terwujudnya di tanah pusaka Samudera Pase warisan sultan Malikussaleh akan berdiri dengan megah sebuah Perguruan Tinggi Islam yang mumpuni untuk mengulang sejarah kejayaan masa silam yang gilang-gemilang.

“Dulu di bumi Samudera Pasai ini, dikenal dengan sumber pengetahuan keislaman,  sebagai sinar yang bercahaya menerangi bumi wilayah Asia Tenggara, wilayahnya masyhur dengan cendekiawan dan Ulama, di wilayah ini syariat Islam sebagai hukum, rakyat hidup dalam negeri yang makmur, aman, damai dan sejahtera, di bawah sinar cahaya Ilahi,” tutupnya.

 

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: