kemenag

SBSN dan Peningkatan Lebih 200% Mahasiswa IAIN Pekalongan 

Jakarta (ikhlasberamalnews) — IAIN Pekalongan berkembang pesat seiring semakin lengkapnya fasilitas perkuliahan. Sarana prasarana itu ditopang oleh bantuan pembangunan dengan skema pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Wakil Rektor Bidang Adminsitrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan Zaenal Mustakim mengatakan IAIN Pekalongan mendapat manfaat pendanaan SBSN untuk membangun sarana dan prasarana pendidikan secara massif 4 tahun bertutut-turut. Pembangunan dilakukan di kampus II, karena lokasi di kampus I kerap mengalami bencana banjir (rob). 

IAIN Pekalongan kali pertama mendapat SBSN pada tahun 2017. Saat itu, dana yang ada digunakan untuk membangun gedung Pendidikan Terpadu Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Setahun berselang, SBSN IAIN Pekalongan digunakan untuk membangun gedung Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK).

SBSN 2019 untuk membangun gedung Perkuliahan Terpadu. Sedang tahun ini, anggaran SBSN untuk membangun gedung Fakultas Syariah. Ini merupakan gedung ke-4 SBSN, didasarkan pada rencana strategis IAIN Pekalongan dan kebutuhan pengembangan. 

“Pembangunan SBSN bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan publik, kualitas pendidikan agama dan keagamaan sesuai yang menjadi visi dan misi Kementerian Agama,” ujar Zaenal Mustakim di Pekalongan, Sabtu (26/12).

Doktor Manajemen Kependidikan Universitas Negeri Semarang ini menerangkan, gedung Fakultas Syariah yang baru didesain cukup megah dengan 4 lantai seluas 8.137 M2. Gedung ini terdiri dari 24 ruang kelas, 2 laboratorium komputer, laboratorium peradilan semu, laboratorium rukyatul hilal, ruang dekanat, ruang dosen, ruang Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan ruang pelayanan terpadu.

Selain itu, lanjut Zaenal, gedung tersebut juga dilengkapi dengan Healthy Centre dan Lapangan Bulu Tangkis sebagai sarana olahraga bagi sivitas akademik. Adapun nilai pembangunan gedung ini adalah sebesar Rp 40 miliar. Dana tersebut untuk pembangunan fisik Gedung, meubelair, perangkat komputer dan perlengkapan lainnya.

Kelengkapan sarana prasarana perkuliahan, lanjut Zaenal, berdampak pada minat mahasiswa untuk kuliah di IAIN Pekalongan. Ada peningkatan jumlah yang signifikan, mencapai  238% dalam 4 tahun terakhir. 

Tahun akademik 2016, jumlah mahasiswa IAIN Pekalongan baru 5.486 orang. Tahun 2020, naik drastis mencapai 13.038. “Dukungan sarana dan prasarana SBSN telah menambah daya tampung untuk studi pada IAIN Pekalongan menjadi bertambah,” kata alumni UIN Walisongo Semarang ini.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Suyitno mengatakan, selain faktor tanggap bencana, IAIN Pekalongan mempunyai kinerja bagus dalam proyek SBSN. “Sebagai penerima kebijakan SBSN, IAIN Pekalongan berhasil menjaga amanah dengan profesionalisme dan kualitas kerja yang terjaga. Dari tahun ke tahun semua proyek bisa dikerjakan dan selesai tepat waktu dengan kualitas yang terjamin,” katanya.

Pembiayaan proyek SBSN merupakan sinergi kebijakan Kementerian Keuangan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, dan Kementerian Agama sebagai pemrakarsa proyek. “Proyek SBSN telah mendorong meningkatnya daya tampung PTKIN, peningkatan kualitas dengan banyaknya prodi dan institusi terakreditasi B dan A dan terpenuhinya sarpras pendidikan yang dibutuhkan,” kata Mantan Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan ini.

Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan Ruchman Basori mengatakan, pada tahun anggaran 2020, Diktis mengalokasikan pembangunan SBSN Single Years Contrak di IAIN Pekalongan dan IAIN Palu. Semua sudah selesai dengan baik, tinggal peresmian. Selain itu juga, ada SBSN 6 in 1 untuk 6 PTKIN yang pembangunannya akan selesai total pada tahun 2022. (Shobi/RB)

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: