kemenag

Sambangi KPK, Trisna Willy Cerita tentang Kegiatan Anti Korupsi di Kemenag

Jakarta (ikhlasberamalnews.com) — Trisna Willy Lukman Hakim Saifuddin menyambangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Jakarta, Rabu (19/09). Menurut Willy, kehadirannya bersama beberapa istri menteri yang tergabung dalam Oase Kabinet Kerja bertujuan memenuhi undangan KPK.

“Kami kemarin berbincang santai dengan Pimpinan KPK, Ibu Basaria Panjaitan. Bicara tentang kondisi terkini negara kita, dan pentingnya kegiatan anti korupsi dan penanaman nilai-nilai kejujuran,” kata Willy melalui pesan singkat, Kamis (20/09).

Selain Trisna Willy, hadir juga istri Mendikbud Muhadjir Efendi, Suryan Widiati, serta istri Menhub Budi Karya Sumadi, Endang Sri Hariyatie.

Willy yang hadir mewakili Kementerian Agama, menceritakan kepada Pimpinan KPK tentang kegiatan Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) di lingkungan Kemenag. “Saya sampaikan bagaimana  perkembangan SPAK di Kemenag yang telah dilaksanakan sejak tahun 2016 hingga hari ini,” ujar Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag ini.

Menurut Willy, Kegiatan SPAK di Kemenag telah menyebar mulai dari pusat hingga daerah. Saat ini menurut Willy, Kemenag memiliki 166 agen SPAK yang telah mengikuti training of trainer (TOT) dari KPK dan Australia Indonesia Partnership for Justice (AIPJ).

“Agen-agen terlatih ini ada di seluruh Indonesia. Dan mereka menyebarkan nilai-nilai anti korupsi hingga madrasah dan KUA di daerah-daerah dengan menggunakan alat bantu permainan,” kata Willy.

Hal ini menurut Willy memberikan hasil positif. Dengan alat bantu permainan yang telah disiapkan oleh KPK dan AIPJ, para agen SPAK melakukan sosialisasi dengan cara menarik sehingga lebih mudah ditangkap masyarakat. Bahkan saat ini kampanye nilai-nilai anti korupsi tidak hanya dilakukan 166 agen SPAK Kemenag yang sudah mengikuti TOT saja.

Guru-guru madrasah, penyuluh agama, bahkan ASN Kemenag yang pernah mengikuti sosialisasi SPAK dari 166 agen tersebut, akhirnya ikut mensosialisasikan juga ke lingkungan-lingkungan terdekat. “Jadi bayangkan saja, satu guru madrasah menyebarkan ke minimal lima orang temannya, dan terus seperti itu. Mereka sejatinya, telah menjadi agen SPAK juga. Jadi saya yakin, di Kemenag ini sudah ada ribuan agen SPAK,” ujar Willy.

Willy mengaku optimis dengan perkembangan SPAK Kemenag. Ia  bercerita saat ini agen SPAK Kemenag tidak bergerak di lingkungan internal saja. “Agen SPAK Kemenag Sulbar misalnya, sudah melakukan kolaborasi dengan agen-agen lintas kementerian dan lembaga. Di Jawa Timur, sosialisasi SPAK Kemenag juga sudah merambah ke desa, mulai RT dan RW,” cerita Willy.

Gerakan SPAK yang masif dilakukan menurut Willy telah membuka pengetahuan dan membentuk sikap anti korupsi di lingkungan Kemenag. “Tidak sedikit pejabat Kemenag yang bercerita, sejak istri-istrinya yang bergabung di DWP mengikuti pelatihan SPAK, kemudian mereka pulang dan bawa uang, barang dan sebagainya, langsung ditanya ‘ini dari siapa pak?’. Untuk memastikan bahwa hasil yang dibawa pulang, memang adalah hak mereka.  Saya optimis SPAK ini akan memiliki dampak yang sangat baik untuk penanaman nilai kejujuran,” kata Willy.

Source link

About the author

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment



smallseotools.com

%d bloggers like this: