Islam kemenag

Plt Sekjen: Tantangan Dakwah Era Sekarang Tidak Luput dari Perkembangan Teknologi

M Nur Kholis Setiawan (foto: AF)

Jakarta (ikhlasberamalnews.com) — Plt Sekretaris Jenderal M Nur Kholis Setiawan yang mewakili Menteri Agama menyampaikan bahwa zaman sekarang ini perkembangan dakwah semakin pesat seiring dengan perkembangan teknologi.

Untuk itu, M Nur Kholis Setiawan mengajak pendakwah untuk mampu menyelami perkembangan zaman yang ada.

“Menguasai teknologi menjadi tantangan dakwah di era sekarang dan masa mendatang,” kata M Nur Kholis Setiawan saat menyampaikan sambutan pada acara Multaqa Du’at Nasional dan Literasi Keuangan Syariah, di Jakarta, Senin (24/09).

Menyitir pandangan sosiolog Karel Hans, M Nur Kholis memandang bahwa generasi Z memiliki sudut pandang unik mengenai karier dan cara meraih kesuksesan.

“Generasi Z melihat fenomena kehidupan sudah tidak ada batas dengan adanya perkembangan teknologi,” kata M Nur Kholis Setiawan.

Selain teknologi, tantangan dakwah masa kini terkait paham keagamaan. Kata M Nur Kholis Setiawan, banyak kalangan pendakwah sekarang ini memahami paham keagamaan dengan teks dan meninggalkan konteks. Maka, bagaimana kita mampu mendesiminasikan pemahaman moderasi dalam kehidupan di Indonesia!

Akan hal ini, M Nur Kholis Setiawan, terinspirasi pada pemikiran Abu Hasan Sadzily yang menyebutkan “ketahuilah walau thoriqoh itu banyak, namun akan selalu kembali pada dua sumber, yaitu pengetahuan (teks books) dan amal (ijtihadi).

M Nur Kholis Setiawan mengapresiasi atas kiprah dan peran MUI yang memberi ruang kerjasama kepada segenap umat agar senantias dapat berkontribusi dalam pengembangan keumatan untuk pembangunan dan pemberdayaan warga bangsa.

Ketua Komisi Dakwah MUI Cholil Nafis melaporkan bahwa kegiatan ini mengusung tema peningkatan kualitas dai untuk menjawab perubahan sosial dan problematika kebangsaan. Hadir seluruh pengurus MUI khususnya komisi Dakwah, hadir juga dari mewakili Bank Syariah Mandiri Edwin Wijayanto.

Cholil Nafis menyampaikan bahwa motivasi kegiatan ini bertujuan untuk melakukan perubahan dan pergerakan termasuk membangun kerjasama produk asuransi melalui Bank Syariah Mandiri. Termasuk dengan memakai AXA asuransi mandiri dalam melakukan peta dakwah.

“Bank syariah mandiri dan AXA merupakan embrio untuk melakukan kerjasama dan sinergi melalui asuransi jiwa serta pendidikan,“ kata Cholil.

Lebih lanjut Cholil menyampaikan bahwa melalui Konsep tabaruk, tawazun, konsep yang diterapkan Bank Syariah Mandiri dapat disosialisasikan seorang Dai kepada masyarakat agar semakin cinta kepada Bank yang memiliki asset kurang lebih 122 cabang dan sudah mencapai peringkat 17 ini.

“Mari kita sama-sama mendorong perkembangan Bank Syariah Mandiri,” ajak Cholil kepada para Dai yang hadir.

Dimata Cholil, peran serta seorang dai 50 persen menjadi target untuk pemetaan. Selanjutnya pedoman dakwah, pelatihan dakwah serta kerjasama dengan Kementerian Agama.

“Tujuan pelatihan adalah untuk melakukan sertifikat kompetensi dai’,” kata Cholil.

Dijelaskan Cholil, di MUI ada tiga komisi (Pendidikan, kebangsaan dan keagamaan), pelatihan menjadi langkah garansi dalam memberikan rumusan sistem, kurikulum, metode, dengan syarat  sesuai nilai ke Indonesiaan.

Source link

About the author

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment



smallseotools.com

%d bloggers like this: