kemenag

Pesan Menag ke Penerima Program 5000 Doktor: Jangan Khianati Pancasila! 

Jakarta (ikhlasberamalnews) — Menteri Agama Fachrul Razi menitipkan pesan khusus kepada para penerima bantuan program 5000 Doktor Luar Negeri dan keluarga besar alumni program 5000 Doktor Kementerian Agama.

“Pancasila sebagai ideologi bangsa harus terpatri dalam jiwa, fikiran, dan semua tindakan nyata saudara-saudara. Jangan sekali-kali, saudara ingkari atau khianati Pancasila ini,” pesan Menag dalam webinar Bincang-bincang Mahasiswa Penerima Program Bantuan 5000 Doktor Luar Negeri bersama Menag, Jumat (18/12). Giat ini mengusung tema “Memperteguh Komitmen Penerima Beasiswa 5000 Doktor Luar Negeri Sebagi Agen Moderasi Beragama”. 

“Jika dari para penerima bantuan ini ternyata ada yang memiliki ideologi, paham, apalagi mengembangkan gerakan-gerakan yang menentang ideologi Pancasila, maka saya perintahkan kepada saudara Direktur Jenderal Pendidikan Islam agar mencabut semua fasilitas dan pembiayaan dari program ini kepada penerima program yang bersangkutan,” lanjutnya.

Menurut Menag, anggaran Program 5000 Doktor bersumber dari negara. Maka, hingga kapanpun saudara harus memiliki komitmen dan bukti nyata secara sungguh-sungguh untuk mencintai dan memperjuangkan negara ini.

“Bahkan, mereka yang menentang Pancasila ini harus mengembalikan semua fasilitas yang diterimanya itu untuk dikembalikan ke kas negara. Hal ini penting saya sampaikan, agar jangan sampai uang negara itu diberikan kepada orang yang menentang ideologi negara,” tegas Menag. 

Pesan kedua yang disampaikan Menag, jadikanlah isu-isu Islam Indonesia menjadi bagian dari kajian akademik. Hal ini penting dilakukan, agar kajian Islam Indonesia dapat dipromosikan kepada masyarakat internasional secara massif. 

“Anda merupakan duta akademik untuk dapat memperkenalkan bagaimana sesungguhnya Islam Indonesia itu dengan baik. Oleh karenanya, karakter Islam Indonesia yang moderat dan menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan kebangsaan pun patut untuk anda kuasai,” tegas Menag, Jumat (18/12).

Ketiga,  luruskan niat, bulatkan tekad. Yakinilah secara sungguh-sungguh, jangan separuh-separuh dalam mengikuti program 5000 doktor luar negeri. Sebab, tidak akan ada sebuah kesuksesan termasuk dalam studi, tanpa ada kesungguhan dan pengorbanan. Berani untuk sukses, harus berani untuk berkorban. 

“Jika boleh diibaratkan, program 5000 doktor ini bagaikan kita sedang menanam pohon kelapa. Sekarang kita menanamnya, tetapi berbuahnya butuh waktu yang cukup panjang. Di sinilah dibutuhkan komitmen, konsistensi dan kesungguhan. Tetapi, ketika sudah saatnya berbuah, maka kita akan bisa memetik dan memanen buah kelapa tersebut setiap hari,” ungkap Menag.

Keempat, program ini bersumber dari dana masyarakat yang terkumpul melalui APBN.  Penerima program harus memiliki tekad yang kuat mengembangkan ilmu pengetahuan yang akan diraih untuk kepentingan masyarakat. Masyarakat harus mendapatkan kemanfaatan dari ilmu yang diperoleh. “Pada saatnya, para penerima bantuan harus berani turun gunung, menyapa, mengadvokasi, dan mendampingi masyarakat secara nyata, agar ilmu yang diraih dapat bermanfaat,” tuturnya. 

Pesan kelima, identitas di dalam diri para penerima bantuan bukan hanya atas nama pribadi atau keluarga semata, tetapi memiliki identitas nama Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dan Kementerian Agama RI. Identitas tersebut harus dijaga. Menjaga nama baik dapat diwujudkan dengan menghindari diri dari semua hal yang bertentangan dengan ajaran agama dan etika sosial-kemasyarakatan, termasuk juga hukum negara. 

“Jagalah perilaku saudara, tunjukkan cara berakhlakul karimah dengan baik, hindari perbuatan asusila dan lain-lain. Produktivitas dan karya-karya akademik harus dapat anda tunjukkan kepada publik, sehingga masyarakat dapat memaklumi bahwa saudara benar-benar layak mendapatkan bantuan program 5000 doktor luar negeri ini. Kami yakin dan percaya bahwa saudara-saudara adalah duta-duta terbaik bangsa untuk menampilkan Indonesia di forum dunia,” tutup Menag.

Program 5000 Doktor Kementerian Agama diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 19 Desember 2014. Program 5000 Doktor ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) melalui pemberian beasiswa pendidikan kepada doktoral bgi dosen dan tenaga kependidikan.

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: