Haji dan Umrah kemenag

Pakaian Ihram para Pelayan Dhuyufurrahman

Jakarta (ikhlasberamalnews) — Waktu menunjukkan pukul 03.00 WIB saat alarm dari ponsel pintar saya berbunyi, Jumat (05/07). Masih dengan mata mengantuk, saya raih ponsel yang biasa saya letakkan di meja samping tempat tidur.

Sambil memicingkan mata, saya lirik tampilan layar ponsel yang kini sudah berada dalam genggaman. Wow… Belum subuh, tapi kenapa ada notifikasi pesan WhatsApp cukup banyak. Siapa yang tengah malam mengirim puluhan pesan singkat, batin saya.

Saya buka aplikasi buatan Jan Koum itu. Notifikasi paling banyak muncul dari grup MCH 2019. Seketika kantuk berganti dengan haru tatkala melihat foto-foto yang dikirimkan rekan-rekan wartawan yang tergabung dalam Media Center Haji 2019 (MCH 2019) Daerah Kerja Madinah.

Itu foto-foto kedatangan mereka di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi. Haru hati ini makin menjadi saat layar ponsel saya geser untuk melihat pesan selanjutnya. Tampak foto-foto rekan-rekan MCH Daerah Kerja Madinah yang telah mengenakan pakaian ihram, bersiap untuk menunaikan ibadah umrah.

 

Sebanyak 446 petugas PPIH Arab Saudi yang akan bertugas di Daerah Kerja (Daker) Madinah dan Bandara, telah tiba di negara penghasil minyak bumi itu pada Kamis, 4 Juli 2019 sore waktu Arab Saudi. Sementara, PPIH Arab Saudi Daker Makkah akan diberangkatkan dari Indonesia pada 9 Juli 2019 mendatang.

Mata yang baru saja beberapa menit terbuka, tak terasa menjadi basah. MasyaAllah… Kami, petugas haji yang tergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi sudah masuk tahap ini. Masa operasional haji 1440H/2019M.

 

“Hajinya petugas ya bertugas melayani jemaah. Niatkan bertugas. Bukan berhaji,” terngiang ucapan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ketika memberikan pembekalan kepada lebih dari seribu petugas PPIH Arab Saudi bulan Mei 2019 lalu.

Masih teringat bagaimana hal ini begitu serius ditekankan dalam pembekalan 10 hari itu. Direktur Bina Haji Khoirizi yang menjadi punggawa pembekalan tersebut dengan tegas mengatakan, makna pakaian ihram yang dikenakan petugas adalah ketika petugas mampu hadir di tengah-tengah jemaah.

“Jemaah tidak butuh bantuan kita. Tapi mereka butuh kehadiran kita. Jangan berburu ingin melakukan sholat berjemaah di Masjidil Haram, padahal ada jemaah yang membutuhkan bantuan kita,” tegas pria kelahiran Lubuk Lingau ini.

 

Kala itu, Khoirizi menyampaikan, ritual ibadah boleh dilakukan petugas saat jemaah belum tiba di tanah suci. Ketika jemaah sudah tiba di tanah suci, maka Kemenag mewajibkan seluruh petugas mengenakan seragamnya. Hal ini menurut Khoirizi bertujuan untuk memperlihatkan kehadiran petugas yang jumlahnya hanya berkisar empat ribuan orang di tengah jemaah yang berjumlah 231 ribu orang.

“Begitu jemaah tiba, kenakan seragam petugas. Bina, layani, dan lindungi jemaah. Itu ibadahnya petugas, Jemaah harus merasakan kehadiran kita,” pesan Khoirizi.

Pembekalan petugas yang disusun selama 10 hari diharapkan dapat menyentuh lubuk hati petugas sekaligus meningkatkan kemampuan mereka untuk melayani jemaah. “Kurikulum pembekalan ini sengaja di desain untuk memberikan gambaran sebenarnya bagaimana mereka harus melayani jemaah selama musim haji 1440H/2019M,” tutur Master Of Trainer (MOT) Pembekalan Terintegrasi PPIH Arab Saudi Affan Rangkuti kala itu.


Semoga, setiap bekal yang diberikan kepada petugas haji Indonesia dapat diresapi sepenuh hati. Maka, jangan salahkan hati ini turut bergetar, kala suatu siang ada pesan masuk di grup MCH 2019. “Bawa masker yang banyak, kali aja kita bisa bantu jamaah pas ketemu di jalan,” tulis Wartawan TVOne Rakhman Putra sang pengirim pesan yang juga tergabung dalam MCH Daker Madinah.

 

Makin haru biru hati ini saat pekan lalu saya bertemu dengan Eva Widyastuti, perwira pertama TNI AU yang bertugas di Kemenkumham. “Aku tuh dek, sudah ikut banyak operasi dan penugasan. Bela tanah air, dan sebagainya. Tapi penugasan haji ini beda. Aku menyiapkan sepenuh hati ku memang untuk melayani mereka. Semoga Allah berikan kemudahan untuk aku melayani para jemaah nanti,” tutur perempuan paruh baya yang akan bertugas di Kantor Daker Madinah ini.

Lain lagi penuturan pelaksana humas Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Husni Anggoro. Pria yang telah berulangkali menjadi petugas haji ini menyampaikan bahwa keikhlasan menjadi kata kunci dalam melayani jemaah. “Ikhlas ajaa.. yang penting Lillah… InsyaAllah ada aja tenaganya untuk layani jemaah,” pesan pria yang bertugas sebagai Kepala Seksi MCH Daerah Kerja Bandara ini.

 

Mata ini tiba-tiba terasa panas. Butiran air mata kembali menetes. Ya Rabb…. Berkahi perjalanan seluruh petugas haji Indonesia. Selamat bertugas. Mari layani, bina dan lindungi para Dhuyufurrahman dengan sepenuh hati. Karena, inilah makna pakaian ihram bagi petugas haji.

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

This error message is only visible to WordPress admins

Error: No connected account.

Please go to the Instagram Feed settings page to connect an account.

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: