Haji dan Umrah kemenag

Menjaga Bumi Pertiwi dari Tanah Suci

Madinah (ikhlasberamalnews) — Musim haji 1440H/2019M bergulir. Jemaah haji Indonesia mulai diberangkatkan menuju Madinah Al-Munawwarah sejak 6 Juli 2019. Ribuan jemaah Indonesia sudah mewarnai Madinah. Sampai dengan kemarin, Rabu (10/07),  sudah ada 24.529 jemaah haji Indonesia yang berada di Kota Nabawi.

Mereka berasal dari latar belakang yang beragam. Setidaknya, sudah 10 embarkasi yang menerbangkan jemaahnya ke Madinah. Mereka tergabung dalam 60 kelompok terbang, yang berasal dari  Embarkasi Banjarmasin (BDJ), Batam (BTH), Jakarta (JKG), Jawa Barat (JKS), Lombok (LOP), Padang (PDG), Palembang (PLM), Solo (SOC), Surabaya (SUB), dan Ujung Pandang (UPG).

Di tiap sudut Masjid Nabawi hampir ditemukan jemaah ibu pertiwi. Mereka berada di Madinah sekitar delapan hingga sembilan hari untuk beribadah Arbain, yaitu: salat berjamaah selama 40 waktu berturut-turut di Masjid Nabawi. Selanjutnya, mereka akan diberangkatkan ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji.

“Kita dilihat dunia. Maka, jaga perilaku dan ucapan kita sehingga menjelaskan kehidupan beragama di Indonesia itu penuh kedamaian. Tunjukkan kepada dunia bahwa kita jemaah haji yang tertib dan santun dan menebarkan kasih sayang,” demikian pesan yang disampaikan Menag saat melepas Kelompok Terbang (kloter) pertama Embarkasi Surabaya (SUB 01) di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, 6 Juli 2019. Mereka adalah rombongan jemaah haji perdana yang diberangkatkan ke Tanah Suci pada musim haji tahun ini. Tampak hadir juga saat itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa.

Dari Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Menag memberi pesan kepada seluruh jemaah haji untuk menjaga Indonesia. Menag mengingatkan bahwa jemaah haji adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari Indonesia. Atribut yang dikenakan jemaah di Tanah Suci juga sudah menunjukkan keindonesiaan.

Selain baju batik, tersemat merah putih pada mukena jemaah haji Indonesia. Pada kain ihram juga terdapat tulisan jemaah haji Indonesia. “Jemaah adalah duta Indonesia di Tanah Suci,” tegas Menag.

Pesan Menag ini dipahami Ahmad Tristiyanto (49) sebagai tanggung jawab bersama. Bagi jemaah asal Sunter, DKI Jakarta yang tergabung dalam kloter satu embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG 01) ini, menjaga Indonesia selama di Tanah Suci bisa dilakukan dengan menghargai sesama.

“Kita tunjukan bahwa orang Indonesia punya sopan santun, tata krama yang baik. Kita harus sabar dan tertib,” ujar jemaah yang berprofesi sebagai penjual nasi uduk di pinggir jalan Sunter Hijau, DKI Jakarta. Setelah dua belas tahun menabung hasil jualan, dia dan istrinya mendaftar haji pada 2012. Antri tujuh tahun, Ahmad sekarang berkesempatan menjadi tamu Allah, bersama istri tunaikan haji di Tanah Suci.

“Jaga perilaku dan hargai orang lain. Itu bisa menjadi cara kita menjaga Indonesia,” lanjutnya.

Kustati (59) juga punya caranya sendiri untuk menjaga Indonesia selama di Tanah Suci. Baginya, sopan santun adalah kunci.

Guru MTsN Kuncen Kota Madiun ini tergabung dalam kloter lima Embarkasi Surabaya (SUB 05). Dia berangkat dengan keenam saudaranya.

“Tidak usah banyak-banyak, dengan teman-teman saya, yang penting sopan-sopan,” ujarnya memaknai pesan menjaga Indonesia.

“Kalau kita, sopan; membawa budaya kita. Sudah biasa sopan, menghormati orang lain,” sambungnya.

Hal senada disampaikan Lisa (42) asal Jagakarsa. Ditemui di areal Masjid Nabawi, istri PNS di Ditjen Pajak ini mengingatkan pentingnya saling sapa dan berbagi dengan sasama.

“Jangan sungkan untuk menyapa. Kalau bisa kita kasih tempat duduk, ya kita kasih. Itu ciri khas kita. Indonesia itu ramah. Jangan pelit untuk kasih tempat duduk salat,” paparnya.

“Kalau belanja jangan terlalu menawar,” selorohnya sembari tertawa.

Baik Ahmad Tristoyanto, Kustati, dan Lisa juga sependapat tentang pentingnya melangitkan harapan terbaik bagi Indonesia. Apalagi, banyak waktu dan tempat mustajab di Tanah Suci. Di beragam kesempatan beribadah dan berdoa, mereka pun mendoakan kesejahteraan dan kemajuan Indonesia.

Di Arab Saudi, jemaah Indonesia memang dikenal atau masyhur sebagai orang yang baik. Penilaian ini hampir disampaikan banyak kalangan, mulai pemilik hotel, hingga supir dan penjual aneka makanan dan oleh-oleh. Salah satu kata yang sering terdengar dari mereka adalah “Indonesia Bagus”. Meski dikenal “boros” air, pemilik hotel juga suka ditempati jemaah Indonesia karena bersih dan rapih.

Pujian terhadap jemaah haji Indonesia juga pernah datang dari Director of Public Relation Nabawi, Abdul Wahid Al-Hetab. Tepatnya pada musin haji 1439H/2019M. Apresiasi diberikan karena jemaah berlaku tertib dan menaati peraturan selama berada di Madinah.

“Jemaah Indoensia termasuk yang tertib dan taat aturan. Mereka bergerak dengan tertib dan disiplin. Mereka masuk masjid dengan tertib tanpa mengganggu jemaah lainnya,” pujinya.

“Subhanallah. Indonesia bangsa yang tahu aturan. Saya tidak bisa mengatakan (apa-apa), kecuali baik. Baik dalam pergerakan maupun saat shalat,” imbuh Abdul Wahid Al-Hetab.

Apresiasi ini bukan kali pertama tentunya. Jauh sebelum itu, tepatnya kali pertama Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjadi amirul hajj pada 1435H/2014M, pujian untuk jemaah haji juga diberikan Menteri Haji Arab Saudi.

Apresiasi itu disampaikan langsung oleh Menteri Haji saat menerima kunjungan Menag LHS. Menurutnya, jemaah haji Indonesia disiplin, ramah, dan mematuhi peraturan.

“Jemaah haji kita mendapat predikat jemaah haji terbaik. Kita juga dinilai dapat menyukseskan pelaksanaan haji 2014 dan berterimakasih ke pemerintah Indonesia. Namun, sesungguhnya penghargaan itu lebih tepat diberikan ke jemaah haji Indonesia sendiri,” kata Menag kala itu.

Demikian, pendahulu kita terus menjaga nama baik Indonesia saat menunaikan ibadah haji. Tugas yang sama dipesankan Menag kepada lebih dua ratus ribu jemaah haji Indonesia yang berangkat tahun ini. Bahwa, jemaah haji adalah duta Indonesia di Tanah Suci. Mari, sama-sama jaga ibu pertiwi.

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

smallseotools.com

Follow me on Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: