kemenag Pendidikan Islam

Menag Terima Mantan Rektor Bicarakan Perkembangan PTKIN

Jakarta (ikhlasberamalnews) — Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menerima kunjungan mantan rektor penggagas perubahan Institut menjadi Universitas. Pertemuan ini membicarakan perkembangan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam di Indonesia

“Terimakasih kami ucapkan kepada Pak Menteri yang telah berkenan menerima kami yang tergbung dalam forum mantan-mantan Rektor,” kata Mantan Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Nanat Fatah Natsir memulai pembicaraan, Jakarta, Rabu (16/04).

Tampak hadir juga, mantan Rektor UIN Suska Riau M Nasir, UIN Makassar Azhar Arsyad, dan perwakilan UIN Jakarta Husni Rahim.

Nanat Fatah Natsir menyampaikan bahwa minat masyarakat masuk UIN terus meningkat. Di samping disiplin ilmu agama, mahasiswa kini juga bisa belajar pada prodi umum. Secara kualitas, prodi umum UIN juga sudah bisa bersaing dengan perguruan tinggi lainnya.

“Cita-cita awal transformasi institut menjadi universitas adalah Integrasi ilmu umum dan agama. Sekarang, UIN menolak mahasiswa, karena sangat signifikan di mata masyarakat, bahwa UIN membaik,” kata Nanat.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam kesempatan itu didampingi Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin dan Staff Ahli Oman Faturahman. Menag mengucapkan terimakasih kepada para mantan Rektor penggagas Universitas dan menyebutnya sebagai pengukir sejarah transformasi dari institut menjadi Universitas. “Ini menjadi tonggak awal perkembangan PTKIN kita,” kata Menag.

Diakui Menag, Kementerian Agama, khususnya Ditjen Pendis, banyak mendapat masukan terkait perkembangan PTKIN. Apakah semua institut akan menjadi univerasitas? Trendnya, prodi umum sekarang lebih banyak diminati daripada prodi agama? Lalu prodi agama bagaimana? “Banyak pertanyaan kritis lainnya,” kata Menag.

Pertanyaan lainnya terkait isu integrasi keilmuan. Apakah harus ada pembeda antara Perguruan Tinggi Umum dan Perguruan Tinggi Agama?

Bagi Menag, justru yang utama adalah progresnya tetap terjaga sebagaimana tujuan para pendahulu saat membangun Universitas. Alumninya, selain menguasai ilmu umum, juga mempunyai karkater, watak dan ilmu keislaman, karena UIN adalah perguruan tinggi keagamaan Islam.

“Ke depan, Sekolah Tinggi harus menjadi Institut. Tapi tidak semua institut harus menjadi Universitas. Mudah-mudahan kita mampu dan menjaga apa yang sudah dirintis oleh para pendahulu dan mantan Rektor,” tutup Menag.

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

smallseotools.com

Follow me on Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: