kemenag

Menag Pimpin Exit Meeting Evaluasi RB dan SAKIP 2018

Jakarta (Kemenag)—Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan kehadiran tim evaluator Kemenpan RB di Kemenag sejak Agustus 2018 tidak hanya sekadar membantu reformasi birokrasi melainkan sekaligus membangun Kemenag. Kegiatan evaluasi ini juga akan membimbing aparatur Kemenag dalam melakukan perbaikan apa saja yang masih harus terus dilakukan dalam memperbaiki tata kelola birokrasi.

“Kemenpan RB hadir di tengah kita agar Kemenag terus meningkatkan kinerja secara kelembagaan, semakin kokoh, kuat sehingga kapasitas dan kemampuan yang dimiliki betul-betul semakin dirasakan manfaatnya bagi masyarakat luas yang dilayani,” ujar Menag saat memimpin pertemuan tahapan akhir (exit meeting) evaluasi Reformasi Birokrasi dan SAKIP 2018 di Ruang OR, Kemenag Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta, Senin (01/10).

Exit meeting evaluasi Reformasi Birokrasi dan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) 2018 tersebut dihadiri Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan Kemenpan-RB, Muhammad Yusuf Ateh, tim evaluator dan segenap pejabat Kemenag.

Tampak hadir, Irjen Kemenag yang juga Plt Sekjen M. Nur Kholis Setiawan, Kepala Kanwil Kemenag Jabar, Kanwil Kemenag Yogyakarta serta para staf ahli dan khusus Kemenag pusat. 

“Kegiatan evaluasi ini saya pandang tepat sebagai momentum yang baik untuk menyajikan apa saja yang telah dilakukan Kemenag dalam mensukseskan program RB agar semakin dapat meningkatkan kinerja aparatur dan pelayanan terhadap masyarakat,” kata Menag.

Menurut Menag, saat ini birokrasi pemerintahan berada di era persaingan global, dimana setiap K/L ditantang untuk melakukan perbaikan tata kelola pemerintahan menuju Dynamic Governance dalam mengimbangi perubahan yang semakin cepat.

Menag menambahkan melakukan perubahan besar bukanlah suatu hal mudah mudah bagi Kementerian Agama yang saat ini memiliki 4.954 satker dengan jumlah pegawai sebanyak 227.352 orang pegawai.

“Tentu saja kita memerlukan energi dan strategi khusus dalam mengakselerasi RB tersebut. Dengan banyaknya perubahan yang terjadi tentu sebagai bukti Kemenag harus terus melakukan inovasi dalam rangka melakukan perbaikan tata kelola kepemerintahan yang merupakan bukti keseriusan mendukung RB,” tandas Menag.

Diantaranya dipaparkan Menag adalah mensinergikan program RB antara pusat dan daerah melalui Road Map RB Kemenag 2015-2019. Mengasilkan agen-agen perubahan sebagai pengerak dan pembaharu kemenag.  Penguatan peran kelompok kerja yang secara berkala melakukan evaluasi dan motitoring capaian RB Kemenag.  Begitu juga dengan pemanfaatkan e goverment dalam menunjang kinerja dan layanan sehingga layanan publik meningkat.

Menag juga menyampaikan beberapa capaian yang telah dilakukan Kemenag selama kurun waktu empat tahun terakhir, antara lain, di bidang pendidikan agama dan kegamaan telah dilakukan beberapa program yaitu Indonesia Pintar, 5000 doktor, beasiswa santri, beasiswa guru, bantuan operasional sekolah, transformasi perguruan tinggi kegamaan dan penyelesaian tunjangan profesi guru. Sementara pada bidang penyelengaraan ibadah haji telah tercapai beberapa peningkatan seperti pembenahan penyelengaraan ibadah umroh, 10 inovasi haji dan indeks kepuasaan jemaah haji oleh BPS.

Pada bidang kehidupan keagamaan seperti meningkatnya jumlah KUA sesuai standar pelayanan, aplikasi data tanah wakaf, meningkatknya masjid yang teregistrasi dalam aplikasi Simas, bantuan rumah ibadah, peningkatan jumlah penyuluh agama, meningkatnya jumlah penyaluran zakat dan sebagainya. Di bidang tata kelola, Kemenag telah meningkatkan akuntabilitas kinerja dengan mempertahankan opini WTP dan meningkatnya standar kepatuhan pelayanan publik.

“Pada prinsipnya upaya peningkatan kinerja organisasi harus dilakukan secara masif, progresif, berkelanjutan serta sinergis antara satuan kerja. Dalam kaitan ini saya meminta komitmen kerjasama dan kesiapan seluruh jajaran Kemenag untuk melakukan hal tersebut,” kata Menag.

Perubahan besar yang sedang dilakukan tambah Menag adalah perubahan paradigma dan budaya kerja yang barang tentu membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk pencapaiannya. Dengan komitemen dan kesadaran yang tinggi menginginkan perubahan maka semuanya dapat dilalui dengan mudah dan integritas terjaga.

“Saya akan mendorong peran kelompok kerja dan agen perubahan RB pada setiap satker agar lebih dioptimalkan dan wajib memiliki kredibilitas yang tinggi menghadirkan inovasi baru serta mampu menjadi jembatan dalam melakukan berbagai perubahan di Kemenag,” pesan Menag.

Menaq mengajak segenap ASN Kemang untuk mensyukuri atas perolehan indek RB tahun 2017 sebesar 73,27 atau prediket BB. Hal ini merupakan hasil dari upaya dari seluruh ASN Kemenag yang berkomitmen melakukan perbaikan RB kearah yang lebih baik dan on the track.

“Saya ingin mengingatkan semua agar menindaklajuti hasil evaluasi RB dan SAKIP tahun 2018 yang dilakukan tim evaluator tim Kemenpan RB. Hal ini dilakukan  untuk memperkuat eksistiensi Kemenag.  Pada akhirnya saya berharap kinerja Kemenag dapat terus meningkat yang tergampbar dari konsistensi memperttahanpakan WTP, indek RB, nilai SAKIP, kepatuhan standar pelayanan publik, kerukunan umat beragama, indek kepuasan haji, akses pendidikan agama, satuan pendidikan terakreditasi dan lainnya,” tutup Menag.

Source link

About the author

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment



smallseotools.com

%d bloggers like this: