kemenag Balitbang Diklat

Menag Minta Balitbang Diklat Segera Siapkan Naskah Akademik Pusat Kajian Manuskrip Nusantara

Jakarta (ikhlasberamalnews.com)—Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta  Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama untuk segera menyiapkan naskah akademik terkait pendirian Pusat Kajian Manuskrip Nusantara.

Hal itu disampaikan Menag usai mendengar paparan grand design Pusat Kajian Manuskrip Nusantara dari tim Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan Badan Litbang Kemenag di Ruang Sidang Kantor Kemenag di bilangan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (09/2).

“Yang mendasar itu naskah akademik terkait mimpi besar kita mewujudkan Pusat Kajian Manuskrip Nusantara. Wujud fisiknya seperti apa dan bagamaina konten manuskrip nusantara tersebut. Sehingga program terkait lektur bahkan satker lainnya harus mengacu ke Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan,” kata Menag.

“Juga harus sudah mulai dipikirkan dari sekarang soal anggaran. Untuk mewujudkan mimpi besar itu kita butuh anggaran. Apakah ada peluang revisi di tahun 2018, bisa juga melalui APBN-P atau kita anggarkan di tahun 2019,” sambung Menag.

Menurut Menag,  tidak semua orang mengetahui dan peduli dengan manuskrip. Kemenag memiliki kepedulian terhadap manuskrip khususnya keagamaan nusantara tersebut. Manuskrip sesuatu Ini barang sangat unik dan langka serta memiliki makna yang sangat besar. Meski demikian Pusat Kajian Manuskrip Nusantara  itu bukan seperti museum yang menyimpan benda-benda kuno.

“Kita melangkah ke depan karena kita memiliki masa lalu dan masa lalu itu sangat penting layaknya manuskrip.  Jadi harus ada skala prioritas untuk tahun 2018 ini demi mewujudkan mimpi pusat kajian manuskrip nusantara,” ujar Menag.

Dalam pertemuan tersebut juga dipaparkan tujuan dari dibentuknya Pusat Kajian Manuskrip Nusantara, diantaranya; memperkuat kecintaan pada tanah air dan memiliki semangat sebagai bangsa yang berperadaban luhur sebagai modal utama mengokohkan jatidiri dan karakter bangsa.

Memfasilitasi preservasi warisan budaya terdokumentasi menggunakan ketentuan yang paling sesuai, termasuk menyediakan bantuan langsung berupa saran atau tenaga ahli, hingga mencarikan sponsor untuk kegiatan preservasi.

“Serta memfasilitasi akses yang universal terhadap warisan budaya terdokumentasi, termasuk mempermudah akses dengan bentuk digital dan katalog internet, maupun publikasi-publikasi yang berkaitan, tentu dengan menyesuaikan ketentuan hukum dan sensitivitas kebudayaan asal naskah. Dan menciptakan kesadaran yang lebih besar akan eksistensi dan pentingnya warisan budaya terdokumentasi, “ ujar Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi Badan Penelitian dan Pengembangan, dan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Agama, Muhammad Zain.

Turut hadir dalam pertemuan, Kepala Balitbang dan Diklat Abdurrahman Mas’ud,  Staf Ahli Bidang Manajemen Komunikasi dan Informasi Kemenag, Oman Fathurahman dan tim pusat kajian manuskrip  Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan Badan Litbang Kemenag.

Baca juga:

 

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: