kemenag Zakat dan Wakaf

Menag Canangkan Gerakan Sadar Zakat di Provinsi Jawa Tengah

Semarang (ikhlasberamalnews.com) — Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mencanangkan Gerakan Sadar Zakat. Program hasil kerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Tengah ini dicanangkan di Gradika Kantor Gubernur, Semarang.

Pencanangan ditandai pemukulan gong. Sebelumnya, wakil ketua BAZNAS Mundzir Suparta secara simbolis menyerahkan Nomor Pokok Wajib Zakat atau BAZNAS Card kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Pati Haryanto, Kakanwil Kemenag Jawa Tengah Farhani.

BAZNAS card merupakan terobosan BAZNAS provinsi Jawa tengah hasil kerjasama dengan Bank Jateng Syariah berupa e Money yang dapat dipergunakan untuk pembayaran tol, belanja, dan lainnya.

Tampak hadir dalam pencanangan ini, Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah  Amin, Ketua BAZNAS Jawa Tengah Ahmad Darodji, para Bupati dan Walikota serta keluarga besar ASN Pemprov Jawa Tengah.

Menag mengapresiasi BAZNAS, pusat dan daerah, karena hingga usianya yang ke-17 terus membantu pemerintah, pusat dan daerah, untuk mengakselerasi pelaksanaan program dalam rangka mewujudkan kesejahteraan bersama.

Menag juga mengapresiasi capaian penghimpunan zakat yang dilakuan BAZNAS. Tahun 2017, dana yang dikumpulkan mencapai Rp7triliun.

Namun demikian, Menag menilai angka ini masih jauh dari potensinya yang mencapai Rp270triliun. Untuk itu, menurut Menag, ada tiga hal yang perlu menjadi perhatian bersama.

“Pertama, kesadaran belum optimal karena keterbatasan pemahaman tentang zakat,” terang Menag di Semarang, Rabu (24/01).

Ini menjadi tantangan bagi BAZNAS dan Kemenag untuk memberikan pemahaman yang lebih esensial kepada umat tentang zakat sebagai ajaran yang harus dijalankan. “Dengan kesadaran itu, setiap muslim tidak perlu lagi dipaksa,” jelasnya.

“Kemenag agar lebih menggencarkan dakwah dalam konteks gerakan zakat ini,” sambungnya.

Hal kedua adalah memikirkan tentang bagaimana cara menghimpun potensi yang ada, utamanya setelah kesadaran umat terbangun.

Hal ketiga, bagaimana dana yang terhimpun ditasarufkan untuk hal yang baik. “Maka, penting bagaimana membangun kepercayaan bahwa uang yang dihimpun itu ditasarufkan untuk kemaslahatan umat,” terang Menag.

“Saya optimis, potensi umat di bidang zakat ini akan segera mewujud,” tandasnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan bahwa potensi zakat ASN Pemprov Jawa Tengah mencapai Rp2,9miliar. Ganjar mengajak jajarannya untuk meneguhkan komitmennya dalam mensukseskan gerakan sadar zakat di Jawa Tengah.

Menurut Ganjar, penurunan angka kemiskinan tidak bisa terjadi secara ekstrim dan juga tidak bisa hanya mengandalkan APBN dan APBD. Untuk itu, Ganjar mengajak para Bupati dan Walikota di Jawa Tengah untuk memanfaatkan dana CSR dan mengoptimalkan potensi zakat.

“Dengan BAZNAS, yakin penanggulangan kemiskinan lebih cepat,” ujarnya.

Menurut Ganjar, ada beberapa program yang bisa dilakukan, antara lain: membentuk masjid binaan unit pengelola zakat (UPZ). “Masjid menjadi center of excellence. Tidak hanya untuk shalat dan ngaji, tapi juga untuk menyelesaikan persoalan umat,” ucapnya.

Program lainnya, membuat rumah sakit, membuat sekolah BAZNAS, serta membuat  balai latihan kerja agar umat bisa mandiri.

“Konsep ini sedang kita siapkan dengan BAZNAS. Seluruh komponen bangsa didorong untuk mengentaskan kemiskinan. Ini komitmen,” tandasnya.

Pada kesempatan ini, dilakukan  penyerahan bantuan BAZNAS Jawa Tengah. Bantuan yang diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Jateng itu berupa:

  1. Bantuan Usaha Ekonomi Kreatif, bantuan pondok pesantren, sekolah, dan masjid/mushalla senilai Rp1,372miliar;
  2. Bantuan 200 unit kursi roda adaptif dan biasa senilai Rp400juta;
  3. Bantuan guru TPQ, Guru Madin, dan penyuluh Agama Islam Non AKAN senilai Rp900juta.

Source link

About the author

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

%d bloggers like this: