kemenag

Kemenag: Mahasiswa PTKI Jadi Kekuatan Strategis Indonesia Emas 2045

Tegal (Kemenag) — Kementerian  Agama berharap mahasiswa  pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dapat menjadi kekuatan strategis menyongsong Indonesia Emas 2045. Hal ini dimungkinkan, mengingat mahasiswa PTKI mayoritas tergolong generasi milenial yang memiliki karakter-karakter positif. Beberapa karakteristik positif yang dimiliki generasi milenial antara lain percaya diri, kreatif, serta adaptif. 

Harapan ini disampaikan Kasie Kemahasiswaan Direktorat PTKI Kemenag Ruchman Basori, saat menjadi narasumber kuliah umum bertema “Tantangan Mahasiswa Milenial Menyongsong Indonesia Emas 2045”. Dalam kuliah umum yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Agama Islam Bhakti Negara (STAIBN) Tegal ini, Ruchman memaparkan beberapa  hal yang perlu dilakukan  PTKI dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045

“PTKI diharapkan dapat merespon kebutuhan generasi milenial dengan baik untuk meneguhkan nilai-nilai keislaman dengan karakter convident, kreatif dan adaptif terhadap media,” kata Ruchman, Sabtu (16/09). 

Lebih lanjut, Ruchman memaparkan saat ini generasi milenial mungkin tidak lagi merasa tertarik untuk belajar dari buku dan menghafal saja. “Harus menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi informasi,” terang Ruchman.

Dihadapan 250 mahasiswa baru STAIBN tahun akademik 2018/2019, Ruchman pun mengingatkan agar para mahasiswa bijak dalam menggunakan dan memanfaatkan teknologi informasi. “Dengan waktu yang banyak terkoneksi ke internet, generasi milenial bisa diberikan eksposur pada tokoh, kejadian, inovasi, sejarah, peradaban Islam dari seluruh dunia,” tambah Ruchman.

Di sini lah menurut  Ruchman, PTKI seharusnya dapat mengambil peran untuk melakukan pendampingan. “Mahasiswa milenial perlu didampingi dan diarahkan dalam penggunaan sosial media agar mengarah kepada hal positif dan produktif,” pesan Alumni IAIN Walisongo ini. 

Pendampingan terhadap mahasiswa PTKI bagi Ruchman merupakan jawaban yang dapat diberikan, untuk menanggapi hasil analisa The McKenzie Institute. The McKenzie Institute meramalkan bahwa Indonesia bakal mendapatkan bonus demografi yang melimpah pada tahun 2045. Pada saat itu, penduduk berusia produktif (15-64 tahun) jauh lebih banyak dari pada usia tidak produktif (0-15 tahun dan 64 tahun ke atas). 

“Ramalan The McKenzie Institute ini disebut oleh banyak pakar sebagai Era Generasi Emas Indonesia 2045,” imbuh Ruchman.

Ruchman mengingatkan agar peluang itu dapat dimanfaatkan dengan baik. Salah satunya melalui memberdayakan pendidikan untuk menyiapkan sumber daya manusia. “Kalau kita bisa mengelolanya dengan baik akan menjadi berkah tetapi kalau tidak akan menjadi musibah”, tandas Ruchman.

Menanggapi pesan Ruchman, Ketua STAIBN Badrodin menyatakan bahwa pihaknya senantiasa melakukan pendampingan bagi para mahasiswa.  Badrodin juga mengatakan,  walaupun STAIBN baru 31 tahun berdiri tapi alumninya telah tersebar menjadi tokoh masyarakat dan berprestasi menjadi pemimpin

Ia pun berpesan kepada segenap mahasiswa STAIBN  agar mahasiswa baru khususnya,  rajin untuk belajar mengkaji berbagai ilmu pengetahuan. “Masa depan anda diantaranya ditentukan pada sejauhmana anda belajar mempersiapkan  diri waktu di perguruan tinggi,” pesan Badrodin. 

Tampak hadir dalam kuliah umum ini adalah  Waka I Bidang Akademik Saepuddin,  Waka II Bidang Keuangan  Saidin,   Waka III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama  Sururi, serta  Ketua LP3M Zaki Mubarok,dan  segenap dosen STAIBN. (Pipo)

 

 

Source link

About the author

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment



smallseotools.com

%d bloggers like this: