kemenag

Kemenag Ajak Martabe dan Amikom Perkuat Moderasi Beragama

Jakarta (ikhlasberamalnews) — Dirjen Bimas Kristen Kemenag Thomas Pentury mengajak keluarga besar Martabe dan Universita Amikom Yogyakarta untuk ikut memperkuat moderasi beragama.

Ajakan ini disampaikan Thomas Pentury saat mewakili Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjadi pembicara pada Webinar Nasional yang digelar WAG MARTABE TT/SBG se-NKRI bekerjasama dengan Fakultas Ekonomi dan Sosial Universitas AMIKOM Yogyakarta.

Martabe adalah singkatan dari Marsipature Hutana Be yang berarti membangun kampung masing-masing. Seminar ini  mengusung tema “Merajuk Asa Agama Sebagai Inspirasi di Tengah Isu Sosial Menuju Indonesia Bermartabat”.

Selain Thomas Pentury sebagai Keynote Speakers, hadir juga pembicara lainnya, antara lain:  Politisi senior Akbar Tandjung, Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia Asep Saepudin, tim ahli dewan pertimbangan Presiden Adi Warman dan Sekjen Majelis Nasional Korps Aliansi HMI, Manimbang Kahariady.

“Moderasi beragama merupakan sikap dan perilaku selalu mengambil posisi di tengah. Selalu bertindak adil, berimbang dan tidak ekstrim dalam praktik beragama,” kata Thomas Pentury, di Jakarta, Jum’at (22/01).

Thomas mengatakan,  setiap individu dan pemeluk agama, apapun suku, etnis, budaya, kepercayaan, dan pilihan politiknya, harus mau saling mendengarkan satu sama lain. Antar sesama juga harus saling belajar melatih kemampuan dalam mengelola dan mengatasi perbedaan pemahaman keagamaan/spritual yang ada.

Menurut Thomas Pentury, ada tiga isu utama yang diusung Kementerian Agama pada tahun 2021.  Pertama, menajemen pelayanan dan tata kelola birokrasi. Ini meliputi pelayanan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, pendidikan agama dan keagamaan, serta pusat pelayanan keagamaan.

Kedua, penguatan moderasi beragama. Ini menyangkut hal-hal terkait penguatan literasi keagamaan, budaya toleransi dan nilai-nilai kebangsaan. Ketiga, persaudaraan. Thomas Pentury menjelaskan bahwa sebagai warga bangsa, setiap individu seharusnya dapat melakukan upaya untuk merawat, memelihara dan mengembangkan persaudaraan kemanusiaan.

“Mengutip kata Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, agama harus dijadikan sebagai inspirasi yang dapat memberikan nilai bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, bukan sebaliknya agama dijadikan sebagai alat politik untuk memperoleh kekuasaan,” tutup Thomas.

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: