kemenag

Dirjen Pendis: Ini Pertama Kalinya KSM Mengunakan Computerized-Based Test 

Bengkulu (Kemenag)—Dirjen Pendidikan Islam yang juga Ketua Komite Nasional Kompetisi Sains Madrasah 2018 Kamaruddin Amin menyatakan, untuk pertama kalinya KSM yang digelar di Bumi Rafflesia Provinsi Bengkulu mengunakan  
Computerized-Based Test.

“Tahun ini untuk pertama kalinya KSM digelar menggunakan Computerized-Based Test serta menggunakan soal dengan pendekatan “integrasi sains dan ilmu keislaman”,” kata Kamaruddin Amin dalam laporannya dihadapan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat penutupan dan malam penganugerahan Juara KSM, LKTI dan Expo Madrasah di Bumi Rafflesia, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Jumat (28/09).  .

Malam penutupan dan penganugerahan juara KSM 2018 turut dihadiri Plt Gubernur Bengkulu Direktur KSKK Umar, Kepala Biro HDI Kemenag Mastuki, Kabag TU Pimpinan Khoirul Huda, para Kakanwil Kemenag, para rektor, para guru dan Plt Gubernur Bengkulu.

Menurut Kamaruddin, kegiatan KSM yang dilaksanakan sejak 24 September 2018 merupakan ajang kompetisi nasional terbuka bagi semua siswa-siswi madrasah dan sekolah dalam bidang sains.

Pada KSM tahun ini digelar 4 (empat) jenis kompetisi. Pertama, Kompetisi Sains Madrasah. Dari 104 ribu peserta KSM di tingkat Kabupaten/Kota, 528 siswa berhasil maju di tingkat nasional. 

“Total 132 medali diperebutkan, diantaranya 33 medali emas, 44 medali perak, dan 55 medali perunggu,” ujar Kamaruddin Amin.

Untuk tingkat MI/SD, KSM 2018 diikuti oleh 105 siswa dengan 2 bidang lomba, yaitu Matematika dan Sains IPA. 

Sementara untuk tingkat MTs/SMP, kegiatan ini diikuti oleh 142 siswa dengan 3 bidang lomba, yaitu Matematika, IPA, dan IPS. 

Sedangkan untuk tingkat MA/SMA, kegiatan KSM diikuti oleh 281 peserta, dengan enam matapelajaran yang dilombakan, yaitu: Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi, dan Geografi.

Ia menambahkan, kompetisi lain adalah Madrasah Young Researcher Super Camp. Dari 600 proposal penelitian yang masuk, panitia melakukan shortlist menjadi 45 proposal terbaik yang dibagi menjadi 3 bidang penelitian, yaitu bidang Sains dan Teknologi, Sosial dan Humaniora, dan Keagamaan. 

Sebanyak 45 tim peneliti tersebut kemudian dibekali dengan workshop penelitian selama empat hari dengan menghadirkan para narasumber dari LIPI dan UIN. 

Dari 45 proposal tersebut, ditetapkan 18 proposal terbaik dari 3 bidang peneltian tersebut yang berhak mengikuti kompetisi di tingkat nasional.

Lomba ini melibatkan para juri ahli di bidang sains dan teknologi, sosial humaniora dan keagamaan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Balitbang Kementerian Agama, dan sejumlah dosen dari Universitas Islam Negeri. 18 (Delapan belas) hasil penelitian unik dan kreatif dihasilkan oleh para siswa di ajang ini. 

Untuk memeriahkan gelaran KSM 2018 ini, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam juga menggelar kompetisi Vlog tingkat nasional yang diikuti oleh siswa dari seluruh tingkatan.

Selain siswa, Rangkaian kompetisi juga diikuti oleh perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama di seluruh Indonesia melalui ajang Expo Sains Madrasah.

Di sela-sela kegiatan, juga digelar berbagai seminar dan talk show bagi para guru pendamping, kepala madrasah, dan masyarakat umum. 

Beberapa tema di antaranya adalah strategi menyiapkan siswa bertanding dalam ajang olimpiade sains baik nasional maupun internasional. 

Seminar lain yang paling ditunggu-tunggu tahun ini, menghadirkan Pakar teknologi Dr. Ing. Ilham Akbar Habibie, MBA yang berbagi ilmu mengenai peran strategis madrasah dalam menyongsong Revolusi Industri 4.0.

Source link

About the author

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment



smallseotools.com

%d bloggers like this: