kemenag

Bertemu Menag, Rektor UIN Malang Laporkan Perkembangan SFD Project

Jakarta (ikhlasberamalnews) — Kampus Universitasi Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang terus memantaskan diri untuk menjadi “World Class University”. Berbagai perbaikan fisik serta peningkatan kualitas akademik terus dilakukan, dengan menggandeng sejumlah pihak. Salah satunya, Saudi Fund for Development (SFD). 

Hal tersebut dilaporkan Rektor UIN Malang Abdul Haris kepada Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta. “Kedatangan kami bermaksud melaporkan perkembangan kerja sama dengan Saudi Fund Development. Projek bantuan ini amat membantu perkembangan UIN Malang,” tutur Abdul Haris, Selasa (16/02). 

Haris menyampaikan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memiliki harapan besar menjadi kampus Islam terbesar di dunia. Ia optimis hal tersebut dapat terjadi, melihat animo masyarakat untuk belajar di UIN Malang saat ini. 

“Pada 2019, jumlah peminat UIN Malang mencapai sekitar 110ribu orang. Namun, karena keterbatasan fasilitas yang kami miliki, maka yang mampu diterima sekitar tiga ribu mahasiswa,” tuturnya. 

“Dengan pembangunan yang akan dilakukan melalu program SFD ini, ke depan kami berharap dapat memperbesar daya tampung mahasiswa,” imbuh Abdul Haris. 

Sebelumnya, pada 2020, SFD telah menggelontorkan anggaran senilai Rp1 Triliun untuk Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang). Dana berbentuk pinjaman tersebut digunakan untuk membangun sejumlah infrastruktur perguruan tinggi tersebut pada periode 2020 hingga 2024.

Menurut Haris, melalui FSD, UIN Malang akan membangun gedung fakultas kedokteran, farmasi, teknik, gedung Ma’had dan Islamic Tutorial Center, gedung Riset dan Data Center dan lain-lain.

Dana tersebut juga akan digunakan untuk membiayai kegiatan pendukung lainnya, yaitu: beasiswa S2/S3, visiting professor, gues lecture, sertifikasi terstandar internasional tenaga kependidikan, cyber security ISO 27001, Akreditasi Internasional ABES dan ABET Prodi, pengembangan kurikulum terstandar internasional, serta riset kolaboratif dan internasional conference.

“Tidak cukup membangun perguruan tinggi itu hanya mementingkan sarana prasarana. Dengan mengesampingkan penguatan SDM,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Menag Yaqut berharap UIN Malang dapat menyelesaikan program tersebut sesuai target yang ditetapkan. Ia juga berharap ke depan UIN Malang juga mulai melirik pembelajaran berbasis digital. 

“Kita harus terus melakukan adaptasi sehingga memberi kemudahan dalam memberikan layanan pendidikan bagi masyarakat. Mungkin perlu dipikirkan membuat layanan pendidikan berbasis digital,” kata Menag. 

“Kalau UIN Malang mampu membuat semacam cyber university untuk pembelajaran paska sarjananya, itu pasti keren sekali,” imbuhnya. 

Saat ini menurut Abdul Haris, terdapat komposisi yang cukup unik antara mahasiswa sarjana dan paska sarjadi di kampus UIN Malang. Yakni, 40 persen mahasiswa S1 dan 60 persen mahasiswa paska sarjana. “Artinya kampus ini menjadi pilihan bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan,” ungkap Haris. 

Ia juga menuturkan, mahasiswa yang ada tidak seluruhnya merupakan warga negara Indonesia (WNI). “Ada sekitar 490 mahasiswa asing yang belajar di UIN Malang. Bahkan baru-baru ini kita telah meluluskan 16 Doktor yang berasal dari negara Singapura,” papar Haris.

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: