Balitbang Diklat kemenag

Sekjen: Widyaiswara Harus Bisa Tingkatkan Kompetensi ASN

Jakarta (ikhlasberamalnews.com) — Widyaiswara adalah sosok motivator dan fasilitator yang berperan meningkatkan kompetensi Aparatur Sipil Negara, baik sikap, keterampilan, maupun pengetahuan. Peran widyaiswara penting agar ASN mampu menggerakkan gerbong Kementerian Agama untuk meraih prestasi-prestasi yang membanggakan. 

Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal Nur Syam mewakili Menteri Agama pada Rapat Kerja Nasional Widyaiswara yang digagas oleh Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Senin (05/02).

“Ada 40.000 lebih ASN yang dididik dan dilatih oleh widyaiswara setiap tahunnya di Kementerian Agama. Melalui diklat itulah, ASN di-charge kembali supaya memiliki strum yang kuat untuk melaksanakan tugas dan fungsinya,” ujar Sekjen seraya menyampaikan rasa terima kasih Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin kepada para widyaiswara yang telah dengan gigih mendidik dan melatih ASN.

Sekjen juga menganalogikan diklat sebagai dapur tempat mengolah dan menyiapkan makanan dan Widyaiswara adalah juru masak (chef)nya.

“Diklat adalah dapur tempat menggodok pegawai sehingga ia siap saji, siap melaksanakan tugas dan fungsi sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan organisasi. Ketika organisasi menuntut pegawainya memiliki standar kompetensi tertentu, maka diklat harus mampu menjawabnya. Lantas siapa chef atau ahli memasaknya dalam analogi dapur ini? Widyaiswara, widyaiswara adalah chefnya,” kata Sekjen pada 270 orang peserta Rakernas Widyaiswara.

“Keberhasilan proses memasak makanan akan melahirkan sajian makanan yang disukai dan dibutuhkan sesuai pesanan. Sebaliknya bila gagal, akan berakibat makanan tersebut tidak bisa dikonsumsi bahkan dikembalikan,” ujar Sekjen Nur Syam.

Dalam sambutannya, Sekjen menyampaikan pesan Menteri Agama yang menekankan tentang pentingnya professionalisme widyaiswara. Sekjen menambahkan bahwa menu diklat yang menarik dan bermutu hanya bisa diolah dan dihasilkan oleh widyaiswara professional.

“Widyaiswara, sesuai dengan makna etimologisnya yang berasal dari bahasa Sansekerta, adalah orang pilihan yang memiliki ilmu pengetahuan. Sebagai seorang pilihan, professionalitas widyaiswara menjadi keniscayaan. Bahkan bukan sekadar professionalitas biasa, melainkan menuntut professionalitas tingkat tinggi mengingat widyaiswara merupakan insan akademis,” ujar Sekjen.

“Diklat akan berhasil bila diampu oleh para widyaiswara professional,” tegas Sekjen. Tampak hadir dalam pembukaan Rakernas Widyaiswara Tahun 2018 yang diselenggarakan selama tiga hari, tanggal 5 – 7 Februari 2018 di Bogor ini Kabalitbang Abdurrahman Mas’ud, Kakanwil Jabar A. Buchori, Kapusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Mahsusi.

 

Source link

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: