kemenag

ASN Itjen Kemenag Diminta Tingkatkan Kualitas Diri

Soreang (Kemenag) — Staff Khusus Menteri Agama Bidang Komunikasi dan Informasi Hadi Rahman yang didapuk sebagai salahsatu pemateri  dalam acara Penguatan Integritas Pegawai Inspektorat Jenderal Kemenag Tahun 2018, menyampaikan bahwa setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama harus senantiasa meningkatkan kualitas diri masing-masing dengan menambah ilmu dan pengalaman.

Acara yang berlangsung dari tanggal 26-28 September 2018 ini mengusung tema Mengawal Program Direktif Menteri Agama.

“Yarfaillhulladzina Amanu Minkum Walladzina Utul ‘ilma Darojat (Qs Al Mujadalah 11),” kata Hadi Rahman memulai materinya yang berjudul ‘Peran Kementerian Agama dalam Implementasi Program Reformasi Birokrasi dan Transformasi Kelembagaan’, di Soreang, Bandung, Kamis (27/09) malam.

Dengan menyitir penggalan ayat Al Mujadalah tersebut Hadi Rahman menjelaskan bahwa orang-orang yang ditinggikan beberapa derajatnya oleh Allah Swt adalah umat beriman dan berilmu pengetahuan (ilmu).

Akan hal ini, Hadi Rahman menegaskan bahwa dirinya hadir sebagai pemateri bukan unutuk menggurui peserta segenap ASN Itjen Kemenag, namun untuk dapat sharing pengalaman demi meningkatkan kualitas diri masing-masing, sesuai tugas dan fungsi kerja sehari-hari, yakni dengan upaya menambah ilmu dan pengalaman.

“Dua variabel yang akan dicapai, reformasi birokrasi dan transformasi lembaga,” kata Hadi Rahman.

Dilanjutkan Hadi Rahman, kedua hal tersebut saling terkait. Lalu dimana pisisi ASN Itjen? Hadi Rahman menjelaskan bahwa keberadaan ASN Itjen berada di tengah-tengah, bukan berarti menengahi, tapi lebih pada mengkonsolidasikan dan mengendalikan, serta menyelaraskan keduanya.

“Reformasi birokrasi adalah upaya lembaga untuk memenuhi harapan publik. Kita sebagai pelayan masyarakat. Apa yang diinginkan oleh masyarakat, sepanjang masyarakat masih butuh layanan publik, sepanjang itu pula kita memenuhinya,” tandas Hadi Rahman.

Seiring perubahan zaman, perkembangan terknologi informasi, menjadikan kondisi masyarakat juga turut menyesuaikan dalam kelitkelindan arus sosial yang ada. ASN Itjen khususnya harus menjadi teladan bagi masyarakat, apalagi Kementerian Agama juga sebagai Kementerian Lembaga tertua di Indonesia.

“Kita dituntut untuk selalu berfikir modern, artinya harus faham perkembangan teknologi,” kata Hadi Rahman.

Menyikapi Era disrupsi misalnya, lanjut Hadi Rahman, menjelaskan bahwa era disrupsi menilai, itu banyak mengancam pekerjaan dan profesi, seperti; tukang pos yang dulunya datang menghampiri masyarakat untuk menghantarkan surat, sekarang sudah tidak dibutuhkan karena digantikan oleh email dan program penghantar pesan lainnya.

Pada wacana reformasi birokrasi, seluruh proses kerja dalam kementerian lembaga dituntut harus bekerja secara efisien, transparan, akuntabel dan kridibel. Dalam hal ini, Kementerian Agama memiliki lima nilai budaya kerja (Integritas, profesionalitas, tanggungjawab dan keteladanan), wajib ada dalam upaya reformasi birokrasi. Sementara Inovasi berada pada transformasi lembaga.

“Dalam mencapai harapan publik ASN Kemenag harus smart (cerdas), cepat dalam memberi pelayanan. dan lembaga mudah diakses. Kita harus bisa menjadi inspirasi bagi lainnya,” tambahnya.

Sesirjen Kemenag Muhammad Thambrin melaporkan, bahwa kegiatan ini diikuti oleh seluruh ASN Itjen Kemenag Pusat dan perwakilan Inspektorat Wilayah se-Indonesia. Kiranya kegiatan ini bisa membuka wacana segenap ASN Itjen untuk tetap teguh dan saling bekerjasama dengan baik untuk kementerian agama yang lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Source link

About the author

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment



smallseotools.com

%d bloggers like this: