IBNews Kerukunan

Rakor PAKEM Kalbar Siap Tangkal Aliran Sesat dan Radikal

Pontianak (ikhlasberamalnews) – Sinergitas berbagai sektor dan lini perlu dilakukan dalam mewujudkan sebuah tatanan kehidupan yang rukun, aman, damai dan baik sesuai dengan regulasi dan tata kehidupan kebangsaan dan kenegaraan. Begitulah dalam tugas dari Bakor Pakem ( Badan Koordinasi Pengawas Aliran dan Kepercayaan di Masyarakat ) melaksanakan tugas koordinasi dan konsolidasi terkait isu yang berkembang dewasa ini di Kalimantan Barat.

Bertempat di ruang Vcon Lantai 3 Kantor Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat Jalan Ahmad Yani Pontianak, maka rapat pun dimulai sekitar Pukul 09.00 WIB. Rapat terbatas ini dipimpin langsung oleh Asisten Bidang Intelejen, Drs. Chandra Yahya Wello,SH bersama Ketua FKUB Provinsi Kalbar, Dr.Ismail Ruslan, M.SI. Jumlah peserta rapat sebanyak 10 orang, 3 utusan dari Dit Intelkam Polda Kalbar, 2 dari Kejati, 1 Pejabat Kesbang Pol, 1 BINDA, 1 Perwira Kodam XII Tanjungpura, Ketua FKUB Kalbar dan Kasubbag Hukum & KUB Kanwil Kemenag Prov.Kalbar, Aris Sujarwono,M.H.

Dalam sambutannya, Asisten Intelejen Kejati Kalbar, Chandra Wello mengatakan ada 3 ( tiga ) isu yang saat ini perlu diperhatikan sebagaimana surat dari Direktur Intelkam Polda Kalbar. 3 aliran tersebut memang dianggap berbahaya secara pemahaman bagi umat, bahkan bisa mengancam kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia secara umum, karena terindikasi terorisme. Untuk itu, kami selaku koordinator PAKEM Kalimantan Barat mengharapkan informasi serta dukungan dari semua sektor yang kami libatkan dalam rapat ini, ujar Asisten Intel Kejati ini.

Asisten Intelejen Kejati Kalbar menyebut 3 organisasi dan gerakan yang saat ini dikhawatirkan berkembang dan menjadi ancaman dalam berbagai hal. 3 organisasi tersebut adalah pertama Amanah Keagungan Ilahi ( AKI ) ,Jamaah Ansharut Daulah dan Saksi Saksi Yehova Indonesia. Karena pergerakan nya dipantau oleh Tim Intelegent Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Untuk itu, Chandra minta sharing informasi dan penguatan dari para peserta rapat yang merupakan pengurus Badan Koordinasi Pengawas Aliran dan Kepercayaan Masyarakat ( Bakor PAKEM ) ini.

Dimulai dari Kasubdit Intelejen Polda Kalbar yang menyatakan pergerakan JAD ( Jamaah Ansharut Tauhid ) merupakan metamorfosis dari JAT dan Jamaah Islamiyah yang sering melakukan beberapa tindakan terorisme di Kalimantan Barat. Di Kalimantan Tengah telah tertangkap beberapa pengikut JAD ini . 1 ( satu ) orang terindikasi telah ditangkap di lapas Ketapang dan dikhawatirkan kerabat terdekat bisa saja menyebarkan paham teroris yang mereka sampaikan. Dalam ajaran JAD ini semua yang bukan dari golongan mereka adalah musuh dan dihancurkan.

Kemudian terkait Amanah Keagungan Ilahi ( AKI ) menurut Kasubbag Hukum dan KUB Kanwil Kemenag Provinsi Kalbar, Aris Sujarwono, M.H memberikan pendapatnya, bahwa kasus tersebut pernah terjadi di Kabupaten Mempawah dan seingatnya pernah dikekuarkan fatwa MUI setempat terkait kasus ini. Untuk itu, nanti akan di koordinasikan bersama Kemenag Kab.Mempawah serta MUI Mempawah.

Selain itu pula, mnenurut Aris Sujarwono terkait Saksi Saksi Yehova, bahwa menurut Pembimas Kristen Kalimantan Barat periode sebelumnya, Drs.Y.Kalvin Pieter menyatakan di 34 Provinsi se Indonesia hanya Kalimantan Barat yang ditolak oleh PGIW Kalbar dan Majelis Adat. Tatkala itu, Kalvin pernah dipanggil oleh Ibu Dirjen Bimas Kristen dan menjelaskan bahwa memang masyarakat adat dayak serta PGIW Kalbar menolak dengan alasan metode penyiaran agama yang kurang cocok dengan budaya setempat. Sehingga sempat dilaporkan ke Polsek Pontianak Selatan karenan menyebarkan Yehova di rumah seorang muslim.

Sedangkan Perwira dari Kodam XII Tanjungpura Pontianak menjelaskan bahwa dalam penanganan aliran radikal atau kasus perselisihan dimasyarakat memang perlu pendekatan secara persuasif melalui tokoh tokoh masyarakat dan adat. Dengan kata lain pemuka yang ada menjadi kunci untuk mencegah terjadinya kemelut berkepanjangan. Kolonel Wuling ini menjelaskan agar kerjasama semua komponen yang tergabung dalam PAKEM sangat berarti. Isu yang beredar dalam dipadamkan serta diantisipasi agar tidak melebar jauh dan berdampak luas dimasyarakat.

Tidak ketinggalan dari Badan Intelejen Daerah Kalimantan Barat yang diwakili oleh Herlambang menyatakan ada pemantauan terhadap pergerakan paham baru yaitu RASI ( Masyarakat Spiritual Indonesia ) yang ada di Kota Pontianak, memiliki Nabi sendiri di Palestina yang tidak mewajibkan syariat dan tebus dosa dengan mahar. Kemudian juga Aliran Sesat Datok Ali Kelantan di Sekadau yang telah dideteksi oleh Intelejen BIN dan meresahkan masyarakat. Kesemua data ini merupakan tugas dan fungsi dari BINDA sebagai kepanjangan tangan dari BIN di Jakarta. Beberapa aliran sesat juga terpantau dan disampaikan dalam rakor ini, untuk menjadi perhatian dan dicari solusi nya.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kalimantan Barat, Dr.Ismail Ruslan,M.SI yang kebetulan juga hadir menyatakan bahwa pergerakan paham dan aliran ini merupakan bentuk ketidakpuasan dalam berbagai hal. Perlu pendekatan secara serius untuk menyelesaikannya, karena masalah keimanan tidak akan selesai dengan dakwah sehari atau seminggu. Peranan Kementerian Agama melalui penyuluh agama perlu difokuskan agar dapat penguatan paham beragama yang benar.

Jika terkait masalah penyimpangan dalam Islam, maka domain yang utama adala Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) di daerah setempat yang mana mereka memilliki komisi fatwa yang akan menentukan kajian dalil sesat atau tidak terhadap sebuah aliran. Kemudian hasil dari komisi fatwa ini, akan diperkuat dengan kebijakan pemerintah daerah untuk kebijakan tegas dan kongkrit, sehingga aliran tersebut tidak ada lagi di daerah setempat.

Beberapa rekomendasi yang dihasilkan dari rapat Bakor PAKEM ini adalah, mendorong perangkat didaerah, baik PAKEM di Kejari, Kementerian Agama Kabupaten/Kota , FKUB dan Tokoh Agama untuk saling menjaga dan menindak lanjuti informasi yang berkembang didaerah mereka.  Bakor PAKEM di Provinsi sebagai koordinator dan dapat monitoring langsung ke tempat atau lokasi yang ada, sehingga bisa bersinergi dengan daerah agar semakin solid dalam tugas dan fungsi. Juga dianjurkan untuk membuat edaran di jajaran dibawah agar selalu mengantisipasi dan menjaga stabilitas agar tidak terjadi penyebaran di instansi masing masing sebagai satu rumpun dan kerukunan di Kalimantan Barat ini secara umum dapat terjaga. ( AS )

Baca juga:

About the author

Avatar

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

Twitter

Get Free $50 from vultr

%d bloggers like this: