Haji dan Umrah

Kemenag Bahas Pengelolaan Rumah Sakit Haji Jakarta

Menteri Agama pimpin rapat koordinasi pembahasan tindak lanjut PT. Rumah Sakit Haji Jakarta. (foto Boy)

Jakarta (ikhlasberamalnews.com) — Rumah Sakit (RS) Haji Jakarta sudah resmi menjadi milik Kementerian Agama. Pemprov DKI Jakarta telah menghibahkan sahamnya kepada Kementerian Agama. Saat ini, Rumah Sakit Haji Jakarta tinggal menunggu status hukum Badan Layanan Usaha (BLU) dari Kementerian Hukum dan HAM.

Lantas bagaimana pengelolaannya, hal itu dibahas bersama oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bersama Dirut RS Haji Jakarta Syarif Hasan Lutfie di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Jumat (13/07). Hadir juga Kepala Biro Hukum dan KLN, A. Gunaryo, Kepala Biro Organisasi dan Tata Laksana, Afrizal Zen, Kepala Biro Keuangan dan BMN, Moh. Ali Irfan, dan Kepala Biro Umum, Syafrizal.

Rapat ini mengkaji ulang norma hukum pengelolaan RS oleh kementerian. Rapat memperoleh kesepahaman bahwa tidak ada norma hukum yang melarang Kementerian Agama memiliki dan mengelola Rumah Sakit. Terdapat landasan yuridis yang kuat yaitu Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 56 Tahun 2014 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit.

Saat ini, PT. Rumas Sakit Haji Jakarta berada di bawah Kementerian Agama sebagai Unit Pelayanan Teknis. Namun, pengelolaannya masih dipilih, apakah di bawah Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah atau Ditjen Pendidikan Islam. Menteri Agama  meminta Kepala Biro Hukum dan KLN bersama Biro Ortala, segera menyiapkan segala sesuatunya agar keberadaan RS Haji jelas status hukumnya.

Baca juga:

Source link

About the author

ibnews

ASN Fungsional Pranata Komputer Muda Pada Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (UKiS)

Add Comment

Click here to post a comment

%d bloggers like this: